Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Top Secret, di Balik Jatuhnya Afghanistan ke Tangan Taliban

Kompas.com - 21/08/2021, 14:51 WIB
Pasukan Taliban menduduki istana presiden Afghanistan di Kabul yang telah ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021). AP PHOTO/ZABI KARIMIPasukan Taliban menduduki istana presiden Afghanistan di Kabul yang telah ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021).

Pada setiap pergantian kekuasaan akan selalu saja menarik perhatian internasional yang berkait dengan akan berubahnya kebijakan luar negeri dari negara yang bersangkutan serta dampaknya terhadap negara tetangga di kawasan.

Pergantian kekuasaan di Afghanistan menjadi lebih menarik perhatian lagi, karena Afghanistan sebagai “landlocked country” posisinya terletak pada persimpangan jalan strategis di Asia Tengah dan Selatan.

Afghanistan berbatasan dengan beberapa negara antara lain Pakistan,Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan dan China. Dengan posisi strategis itu, maka kepentingan negara negara besar seperti Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia serta China terhadap Afghanistan menjadi sebuah keniscayaan.

Banyak tinjauan tentang kembalinya Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan yang terfokus pada eksistensi dari kembalinya kelompok terorisme internasional. Sebuah kekhawatiran yang wajar saja, karena Taliban selalu dihubungankan dengan Al Qaeda dan kelompok garis keras lainnya yang berkait dengan berbagai serangan teroris di tataran global.

Demikian pula sudah banyak analisis dan kajian serta diskusi yang mulai membahas tentang apa pengaruhnya situasi Afghanistan terhadap Indonesia ke depan.

Dalam banyak perjanjian internasional , terutama yang sifatnya bilateral maka akan selalu saja ada “top secret agreement” di dalamnya. Keberadaan atau tidak keberadaan adanya top secret agreement inilah yang sangat menyulitkan dalam menebak apa sebenarnya yang terjadi dibalik peristiwa pergantian kekuasaan di sebuah negara.

Banyak yang melihat bahwa ada beberapa kesamaan dalam prosesi jatuhnya Afghanistan dengan apa yang pernah terjadi di Vietnam. Paling tidak prosesi pergantian kekuasaan yang terjadi di Aghanistan dan Vietnam adalah merupakan siklus yang demikian cepat, setelah ditariknya seluruh pasukan Amerika Serikat dari kedua negara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tinjauan yang sangat menarik disini adalah belum terungkapnya dengan jelas tentang apa sebenarnya yang terjadi sehingga Amerika Serikat, dalam hal ini memutuskan untuk menarik pasukannya dari Afghanistan. Tentu saja yang dimaksud disini adalah diluar dari pernyataan resmi berkait dengan mundurnya Amerika Serikat dari Afghanistan.

Persoalannya adalah tidak diketahui tentang apakah ada top secreet agreement antara Amerika Serikat dengan pihak Taliban sejauh ini. Sekali lagi dalam setiap perjanjian internasional yang bilateral sifatnya, maka “biasanya” ada sebuah perjanjian rahasia yang jarang sekali terungkap dibalik perjanjian kerjasama yang terjalin.

Hal ini biasanya akan terbuka setelah puluhan tahun berlalu. Top secret agreement akan dibuka setelah tidak ada lagi dampak politiknya yang meluas akan terjadi. Perjanjian rahasia akan selalu saja menyangkut persoalan pergantian kekuasaan pada negara-negara yang bersekutu dengan kekuatan super power di tingkat global.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Global
Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Global
Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Global
Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Global
Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Global
PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

Global
Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Global
Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Global
Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Global
Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Global
Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Global
Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Global
Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Global
Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Global
Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.