Kim Jong Un Hukum Mati Pejabat Tinggi yang Kritik Kebijakannya

Kompas.com - 03/08/2021, 13:52 WIB
Dalam foto yang dirilis pemerintah Korea Utara, Kim Jong Un berbicara selama pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang pada 17 Juni 2021. Dalam pidatonya, Kim Jong Un memerintahkan pejabatnya untuk bersiap jika terjadi konfrontasi dengan Amerika Serikat. AP PHOTO/KCNA via KNSDalam foto yang dirilis pemerintah Korea Utara, Kim Jong Un berbicara selama pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang pada 17 Juni 2021. Dalam pidatonya, Kim Jong Un memerintahkan pejabatnya untuk bersiap jika terjadi konfrontasi dengan Amerika Serikat.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjatuhkan hukuman mati kepada pejabat tinggi yang mengritik kebijakannya.

Berdasarkan informasi yang ada, mayor jenderal yang mengurusi urusan logistik di Kamp Pelatihan 815 disidang dan ditembak mati pada 18 Juli.

Sumber internal kepada Daily NK mengungkapkan, pejabat itu dibunuh setelah mencemooh perintah khusus Kim.

Baca juga: Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Kim disebut menginstruksikan supaya gudang militer melepas beras dan dibagi-bagikan ke masyarakat yang kelaparan.

Namun oleh si pejabat tinggi, perintah Kim Jong Un itu disebut tidak realistis, dan "abai terhadap realitasnya".

Menurut perwira tinggi yang tidak disebutkan identitasnya tersebut, krisis yang dihadapi militer jauh lebih berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika mereka terus menekan kita seperti ini, dari mana kita bisa memproduksi beras? Dari pasir di tepi sungai?" cemoohnya.

Akibat pembangkangan tersebut, Kim Jong Un menjatuhkan hukuman mati kepada si jenderal, yang pemberitahuannya dikirim kepada masyarakat.

Dilansir The Sun Senin (2/8/2021), pemberitahuan dikirim pada 22 Juli berisi detil kejadian untuk memeringatkan publik Korea Utara.

Baca juga: Kim Jong Un: Persahabatan Korea Utara-China Berlanjut Antar-generasi

Dalam pengumuman eksekusi itu, si pejabat tinggi tersebut dianggap sebagai pembangkang di mata pemerintah.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Global
Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Global
Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Global
Perancis 'Ngambek' Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Perancis "Ngambek" Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Global
Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Global
Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Global
Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Global
Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Global
Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Global
Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Global
Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Global
Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Global
Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.