Tak Hanya Belarus, Ini 4 Negara yang Pernah "Bajak" Pesawat Penumpang

Kompas.com - 28/05/2021, 07:44 WIB
Pesawat Ryanair dengan nomor registrasi SP-RSM rute Yunani-Lituania yang membawa aktivis oposisi Belarus, Roman Protasevich, didaratkan paksa di Minsk dengan alasan ada ancaman bom, pada Minggu (23/5/2021). Presiden Belarus Alexander Lukashenko secara personal memerintahkan penurunan paksa pesawat Ryanair dengan mengirim jet temput MiG-29 untuk mengawalnya. AP PHOTO/MINDAUGAS KULBISPesawat Ryanair dengan nomor registrasi SP-RSM rute Yunani-Lituania yang membawa aktivis oposisi Belarus, Roman Protasevich, didaratkan paksa di Minsk dengan alasan ada ancaman bom, pada Minggu (23/5/2021). Presiden Belarus Alexander Lukashenko secara personal memerintahkan penurunan paksa pesawat Ryanair dengan mengirim jet temput MiG-29 untuk mengawalnya.

MINSK, KOMPAS.com - Peristiwa pemaksaan arah pesawat Ryanair menuju ibu kota Belarus, Minsk, pada Minggu (23/5/2021) yang disertai penangkapan seorang jurnalis telah memicu kemarahan di Eropa.

Pesawat dengan nomor penerbangan FR4978 tersebut berangkat dari Yunani dan semestinya mendarat di Vilnius, Lituania.

Namun, saat sedang mengudara, pesawat penumpang itu tiba-tiba dikawal jet tempur Belarus yang memaksa pesawat tersebut berbelok ke Minsk dengan dalih adanya ancaman bom.

Baca juga: Penurunan Paksa Pesawat Ryanair di Belarus: Insiden Diplomatik Besar, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Pilot maskapai Ryanair kemudian terpaksa mengikuti arahan dari jet militer Belarus.

Peristiwa ini dikecam Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Apakah sebelumnya pernah ada peristiwa pencegatan terhadap pesawat penerbangan sipil?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh negara-negara Barat munafik. Ia mengatakan dalam bahasa Rusia bahwa negara-negara Barat "memiliki reaksi yang berbeda ketika menanggapi peristiwa serupa yang terjadi di negara lain sebelumnya".

Dia secara khusus menyinggung insiden delapan tahun lalu, yang melibatkan pesawat yang ditumpangi Evo Morales saat menjabat presiden Bolivia.

Berikut adalah kilas balik peristiwa pesawat yang hampir atau mungkin telah dipaksa untuk mendarat.

2013: Pesawat presiden Bolivia mendarat di Wina

Pada Juli 2013, Evo Morales dalam perjalanan udara kembali ke Bolivia setelah melakukan pertemuan tingkat tinggi di Moskwa. Saat itu pesawat presiden Bolivia ini dipaksa berbelok ke Bandara Wina di Austria setelah sejumlah negara Eropa menolaknya masuk ke dalam wilayah udara mereka.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Global
Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Global
Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Global
China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

Internasional
Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Internasional
Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.