Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Kompas.com - 10/05/2021, 17:51 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020. XINHUA/UNI EROPAPresiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Sekelompok tentara aktif Perancis menerbitkan surat terbuka di majalah konservatif baru-baru ini, yang berisi peringatan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Mereka menyatakan bahwa "kelangsungan hidup" Perancis dipertaruhkan setelah Presiden Macron membuat "kompromi" terhadap ekstremisme.

Baca juga: Para Jenderal Perancis Keluarkan Seruan Hasutan Kudeta Militer, Macron Ancam Beri Hukuman

Surat yang diterbitkan di majalah konservatif Valeurs Actuelles yang diterbitkan pada Minggu malam (9/5/2021). Isinya menggemakan seruan serupa dari surat yang dicetak di majalah yang sama bulan lalu, yang memperingatkan akan terjadinya konflik sipil.

Surat sebelumnya, yang ditandatangani oleh segelintir perwira dan sekitar 20 jenderal semi-pensiunan, memicu kehebohan di Perancis.

Perdana Menteri Perancis Jean Castex menyebutnya sebagai campur tangan yang tidak dapat diterima. Sementara Jenderal Tertinggi Perancis bersumpah, mereka yang berada di belakang surat itu akan dihukum.

Tidak jelas berapa banyak orang di belakang surat ini atau apa pangkat mereka. Berbeda dengan surat sebelumnya, surat ini juga terbuka untuk ditandatangani oleh umum.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami tidak berbicara tentang memperpanjang mandat Anda atau menaklukkan orang lain. Kami berbicara tentang kelangsungan hidup negara kami, kelangsungan hidup negara Anda," kata surat itu, yang ditujukan kepada Macron dan kabinetnya.

Para penulis menggambarkan diri mereka sebagai tentara yang bertugas dari generasi muda militer, yang disebut "generasi api" yang masih aktif berdinas.

"Mereka (tentara) telah mempersembahkan dirinya untuk menghancurkan ekstremisme yang telah Anda (Macron dan kabinetnya) berikan ‘kompromi’ pada tanah kami."

Baca juga: Macron Puji Piagam Muslim Perancis untuk Lawan Ekstremisme

Surat terbuka ini disebut berasal dari tentara yang juga pernah bertugas dalam operasi keamanan di Perancis, yang diluncurkan setelah gelombang serangan pada 2015.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Global
AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

Global
Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Global
Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Global
PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

Global
Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Global
Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Global
Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Global
POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

Global
Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Global
Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Global
Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Global
Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Global
UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

Global
Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Global
komentar
Close Ads X