ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

Kompas.com - 02/03/2021, 20:13 WIB
Para pengunjuk rasa memegang poster dengan gambar pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. AFP/STRPara pengunjuk rasa memegang poster dengan gambar pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer.

NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Polisi Myanmar melepaskan tembakan pada Selasa (2/3/2021) untuk membubarkan massa anti-kudeta militer, ketika para menteri luar negeri tetangga bersiap untuk mengadakan pembicaraan dengan junta.

Melansir Reuters pada Selasa (2/3/2021), pembicaraan akan diadakan dalam video call, 2 hari setelah kerusuhan paling berdarah sejak kudeta Myanmar 1 Februari yang menimbulkan kemarahan seluruh negeri.

Sejauh ini, setidaknya sudah ada 21 pengunjuk rasa yang tewas sejak kerusuhan di mulai. Pihak tentara mengatakan satu polisi tewas.

Baca juga: Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berencana untuk terang-terangan mengkritik junta militer perihal kekerasan yang meluas terhadap massa protes damai.

Dalam wawancara televisi pada Senin (1/3/2021), Balakrishnan mengatakan ASEAN akan mendorong dialog antara pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dengan para jenderal kudeta Myanmar.

"Mereka perlu berdialog, dan kita perlu membantu mempertemukan mereka bersama," ujar Balakrishnan.

ASEAN merupakan organisasi yang terdiri dari Myanmar, Singapura, Filipina, Indonesia, Thailand, Laos, Kamabodia, Malaysia, Brunai, dan Vietnam.

Baca juga: Kudeta Myanmar: Mengapa Indonesia Diharapkan Membantu Mengatasi Krisis Politik Sahabat Lama

Sementara itu, niat Balakrishnan dan anggota ASEAN lainnya untuk terlibat dengan militer Myanmar dalam misi dialog 2 sisi, telah dikritik oleh para masa anti-kudeta.

Komite yang terdiri dari anggota parlemen Myanmar yang digulingkan menganggap junta militer adalah kelompok "teroris".

Sehingga, massa berkeyakinan keterlibatan ASEAN dengan junta akan memberikan legitimasi kekuasaan atas negara kepada rezim militer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Global
Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai 'Piala' Perang

Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai "Piala" Perang

Global
Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Global
Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Global
komentar
Close Ads X