Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu

Kompas.com - 01/12/2020, 08:52 WIB
Grafis penyergapan dan pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di Iran. Fakhrizadeh disergap dan dibunuh pada Jumat (27/11/2020). The SunGrafis penyergapan dan pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di Iran. Fakhrizadeh disergap dan dibunuh pada Jumat (27/11/2020).

TEHERAN, KOMPAS.com – Beberapa detail terbaru mengenai pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, akhirnya mengemuka. Badan intelijen Israel, Mossad, disalahkan atas pembunuhan itu.

Sebanyak 62 orang termasuk penembak jitu dan pengendara sepeda motor bersenjata api, ditambah dengan bom, dilaporkan terlibat dalam eksekusi yang terkoordinasi terhadap Fakhrizadeh.

Fakhrizadeh tewas pada Jumat (27/11/2020) saat dia menuju ke tempat peristirahatannya di daerah pegunungan yang disertai dengan konvoi tiga mobil anti-peluru.

Rincian pembunuhan Fakhrizadeh dibocorkan oleh jurnalis Iran, Mohamad Ahwaze, melalui Twitter. Awal tahun ini, dia juga mengungkap luasnya pandemi Covid-19 di negaranya.

Baca juga: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang Baru dan Rumit

Detail-detail pembunuhan Fakhrizadeh diungkapkannya ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji membalas pelaku pembunuhan ilmuwannya tersebut sebagaimana dilansir dari The Sun.

Janji itu dilontarkan Khamenei dalam sebuah pernyataan di situs resminya setelah Presiden Iran Hassan Rouhani muncul di televisi dan menyalahkan Israel atas pembunuhan itu.

Pejabat Intelijen Amerika Serikat ( AS) juga mengatakan kepada New York Times bahwa Israel berada di balik serangan itu, yang menjadi ciri-ciri Mossad.

Menurut Ahwaze, dari 62 orang yang terlibat dalam pembunuhan itu, sebanyak 12 anggota regu penembak dikerahkan ke Kota Absard, sekitar 80 kilometer di timur Teheran.

Baca juga: Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Sementara itu, 50 orang lainnya, membantu dengan dukungan logistik meski Ahwaze tidak merinci apakah mereka berbasis di Iran atau di luar negeri.

Tim tersebut telah memata-matai Fakhrizadeh dan mengetahui bahwa Fakhrizadeh akan bertolak dari Teheran ke Absard pada Jumat.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Global
[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

Global
AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

Global
Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Global
12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Global
China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

Global
komentar
Close Ads X