Konflik Etiopia: PM Abiy Ultimatum Pasukan Tigray Menyerah dalam 72 Jam

Kompas.com - 23/11/2020, 10:23 WIB
Foto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara. ETHIOPIAN NEWS AGENCY via APFoto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed memberi waktu 72 jam bagi pasukan regional Tigray untuk menyerah. Jika tidak, dia akan melancarkan serangan militer ke ibu kota regional Mekelle.

"Kami mendesak kalian untuk menyerah dengan damai dalam waktu 72 jam, mengingat bahwa kalian berada di titik tidak bisa kembali," tulis Abiy di Twitter pada Minggu malam (22/11/2020).

Pasukan Tigray belum mengomentari ultimatum itu, sementara seorang juru bicara militer Etiopia berkata bahwa pasukan mereka berencana mengepung Mekelle dengan tank dan mungkin akan menembaki kota itu untuk memaksanya menyerah.

Baca juga: Konflik Etiopia-Tigray: Apa Pemicunya dan Apa yang Sedang Terjadi?

Partai Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang menolak menyerahkan kekuasaannya di wilayah utara, mengatakan pasukannya sedang menggali parit.

Akan tetapi sebagaimana diwartakan Reuters, klaim-klaim tentang konflik Etiopia sulit diverifikasi lantararan jaringan komunikasi telepon dan internet yang diputus.

Pasukan federal Etiopia telah merebut serangkaian kota dengan pengeboman udara dan pertempuran darat, lalu sekarang membidik Mekelle, kota dataran tinggi berpenduduk sekitar 500.000 orang tempat pemberontak bermarkas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Konflik Etiopia: 3 Roket Ditembakkan dari Tigray ke Ibu Kota Wilayah Amhara

Konflik Etiopia terbaru pecah sejak 4 November dan telah menewaskan ratusan, mungkin ribuan, juga membuat lebih dari 30.000 orang mengungsi ke negara tetangga, Sudan.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KJRI Chicago Gandeng Q-Grader Terkemuka Kenalkan Varian Baru “Kopi Spesialti” Indonesia

KJRI Chicago Gandeng Q-Grader Terkemuka Kenalkan Varian Baru “Kopi Spesialti” Indonesia

Global
Menteri Luar Negeri: Ebrahim Raisi Presiden Terpilih Iran

Menteri Luar Negeri: Ebrahim Raisi Presiden Terpilih Iran

Global
Ebrahim Raisi Pimpin Penghitungan Suara Pilpres Iran, Ucapan Selamat Mengalir

Ebrahim Raisi Pimpin Penghitungan Suara Pilpres Iran, Ucapan Selamat Mengalir

Global
Singapura Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac Lewat Klinik Swasta, Harga Mulai Rp 108.000

Singapura Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac Lewat Klinik Swasta, Harga Mulai Rp 108.000

Global
Ilmuwan AS Temukan Kertas Pendingin Ruang, Bebas Gerah Tanpa AC

Ilmuwan AS Temukan Kertas Pendingin Ruang, Bebas Gerah Tanpa AC

Global
Drama 10 Bayi Kembar Pertama di Dunia: Ibu Ditahan, Keberadaan Bayi Simpang Siur

Drama 10 Bayi Kembar Pertama di Dunia: Ibu Ditahan, Keberadaan Bayi Simpang Siur

Global
Lebah dengan Sengatan 'Seperti Logam Panas' Ditemukan di Washington

Lebah dengan Sengatan "Seperti Logam Panas" Ditemukan di Washington

Global
Ulama Garis Keras Ebrahim Raisi Makin Dekat Jadi Presiden Iran

Ulama Garis Keras Ebrahim Raisi Makin Dekat Jadi Presiden Iran

Global
Bandung Dijadikan Nama Jembatan di Jerman, Ini Alasannya

Bandung Dijadikan Nama Jembatan di Jerman, Ini Alasannya

Global
Pilot Robot Jet Tempur China Diiklaim Bisa Kalahkan Pilot Manusia

Pilot Robot Jet Tempur China Diiklaim Bisa Kalahkan Pilot Manusia

Global
Pangeran William dan Harry Diharap “Rujuk” saat Acara Peringatan Patung Putri Diana

Pangeran William dan Harry Diharap “Rujuk” saat Acara Peringatan Patung Putri Diana

Global
Covid-19 Kembali Melonjak, Singapura Ubah Jumlah Warga yang Boleh Makan di Tempat

Covid-19 Kembali Melonjak, Singapura Ubah Jumlah Warga yang Boleh Makan di Tempat

Global
Protes Penangkapan Pejabatnya, Koran Hong Kong Tingkatkan Eksemplar 5 Kali Lipat

Protes Penangkapan Pejabatnya, Koran Hong Kong Tingkatkan Eksemplar 5 Kali Lipat

Global
Ulang Tahun Aung San Suu Kyi ke-76, Demonstran Pakai Bunga di Rambut dan Berpawai

Ulang Tahun Aung San Suu Kyi ke-76, Demonstran Pakai Bunga di Rambut dan Berpawai

Global
Pemilu Iran: Pemungutan Suara Selesai, Ini Para Capresnya

Pemilu Iran: Pemungutan Suara Selesai, Ini Para Capresnya

Global
komentar
Close Ads X