Sudah Punya 14 Anak Laki-laki, Suami Istri Ini Gembira Akhirnya Anak Ke-15 Perempuan

Kompas.com - 14/11/2020, 07:34 WIB
Dalam file foto 30 Mei 2018 ini, keluarga Schwandt berpose untuk foto di peternakan mereka di Lakeview, Michigan. Berdiri dari kiri adalah Tommy, Calvin, Drew, Tyler, Zach, Brandon, Gabe, Vinny dan Wesley. Duduk, mulai dari kiri atas adalah Charlie, Luke, ibu Kateri memegang Finley, ayah Jay dengan Tucker dan Francisco di latar depan. Keluarga 14 laki-laki telah menyambut putri pertama mereka hampir tiga dekade setelah kelahiran anak pertama mereka. AP/Mike HouseholderDalam file foto 30 Mei 2018 ini, keluarga Schwandt berpose untuk foto di peternakan mereka di Lakeview, Michigan. Berdiri dari kiri adalah Tommy, Calvin, Drew, Tyler, Zach, Brandon, Gabe, Vinny dan Wesley. Duduk, mulai dari kiri atas adalah Charlie, Luke, ibu Kateri memegang Finley, ayah Jay dengan Tucker dan Francisco di latar depan. Keluarga 14 laki-laki telah menyambut putri pertama mereka hampir tiga dekade setelah kelahiran anak pertama mereka.

LAKEVIEW, KOMPAS.com - Sepasang suami istri yang mempunyai banyak anak kini menyambut anak ke-15 mereka yang berbeda jenis kelamin dari 14 anak sebelumnya.

Dilansir dari Associated Press (AP), Jay dan Kateri Schwandt (keduanya berusia 45 tahun) akhirnya dikaruniai anak perempuan yang mereka beri nama Maggie Jayne dan lahir pada Kamis (12/11/2020).

Maggie Jayne adalah anak paling bungsu dan berjenis kelamin perempuan. Dia memiliki kakak sebanyak 14 orang dan kesemuanya berjenis kelamin laki-laki.

Jay Schwandt dan istrinya mengatakan bahwa mereka sangat gembira dengan kehadiran Maggie Jayne.

Baca juga: Pria Terjelek di Uganda Nikahi Istri Ketiga, Sekarang Punya 7 Anak

"Tahun ini akan menjadi tahun yang berkesan dalam banyak hal, dalam banyak alasan, tetapi Maggie adalah kado terbesar yang pernah kami bayangkan," ujar Jay kepada Detroit Free Press setelah putrinya lahir di Mercy Health Saint Mary's Hospital di Grand Rapids.

Keluarga Schwandts telah dikenal oleh media lokal dan nasional selama bertahun-tahun karena anggota keluarga mereka terus bertambah. 

Keluarga itu memiliki program live streaming bernama "14 Outdoorsmen" yang sepertinya harus mereka ganti.

Anak tertua mereka, Tyler Schwandt (28), mengatakan bahwa orangtuanya berpikir mungkin tidak akan memiliki anak perempuan setelah melahirkan 14 anak laki-laki.

Baca juga: Hidup Serumah dengan 5 Istri dan 24 Anak, Begini Cara Suami agar Semua Akur

"Saya bahkan tidak tahu apakah ibu saya punya pakaian berwarna pink atau apa pun," ujar Tyler yang sudah bertunangan dan akan menikah. Tyler baru saja membeli sebuah rumah yang jauhnya 20 menit dari rumah orangtuanya.

Orangtua Tyler, pasangan Schwandts, mulai berkencan sejak muda, masing-masing bersekolah di Gaylord High School dan Gaylord St Mary's.

Pasangan itu menikah sejak 1993, sebelum masuk kampus di Ferris State University. Sebelum lulus, mereka sudah mempunyai tiga anak.

Suami istri itu memiliki gelar akademis yang tinggi, bahkan ketika anak-anak mereka tumbuh. Kateri memiliki gelar master di bidang pekerjaan sosial dari Grand Valley State University, sedangkan Jay yang bekerja sebagai pengacara dan pemilik bisnis survei tanah memiliki gelar sarjana hukum dari Sekolah Hukum Thomas M Cooley di Western Michigan University.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Gunakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Vaksinasi Massal Mulai Juli

India Gunakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Vaksinasi Massal Mulai Juli

Global
Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
komentar
Close Ads X