Akankah Korut Semakin Benci Amerika Usai Joe Biden Menang Pilpres?

Kompas.com - 10/11/2020, 15:48 WIB
Joe Biden saat pidato kemenangan di pilpres Amerika Serikat 2020. AP PHOTO/ANDREW HARNIK via DW INDONESIAJoe Biden saat pidato kemenangan di pilpres Amerika Serikat 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jalinan diplomatik unik Washington dan Pyongyang dari saling menghina dan saling ancam perang perlahan berubah menjadi "romantis", hingga akhirnya terwujud pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong Un.

Kedua pria berkuasa itu bertemu dua kali setelah KTT di Singapura pada 2018. Namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan upaya konkrit dalam hal denuklirisasi.

Para analis mengungkapkan kemenangan yang diraih Joe Biden saat ini menandai kembalinya norma diplomatik yang lebih standar.

Baca juga: Biden Siapkan Pemerintahan Transisi, Trump Lanjutkan Gugatan Hukum

Pemerintahan AS diyakini ingin melihat langkah-langkah nyata menuju denuklirisasi dan kemajuan dari serangkaian negosiasi tingkat kerja lainnya, sebelum menggelar KTT yang disiarkan langsung stasiun televisi seluruh dunia.

Pada saat kampanye Biden mengatakan, tidak akan bertemu dengan Kim tanpa prasyarat. Dalam debat presiden terakhir bulan lalu, Demokrat juga mengecam Trump karena berteman dengan Kim, sosok yang dinilai memiliki kemiripan dengan Adolf Hitler.

"Dia berbicara tentang teman baiknya, yang preman," kata Biden tentang Kim. "Itu seperti mengatakan kami memiliki hubungan baik dengan Hitler sebelum dia menginvasi Eropa."

Sementara itu, media pemerintah Pyongyang sebelumnya menyebut Biden sebagai "anjing gila."

Baca juga: Merasa Dirinya seperti Hitler, Rapper Ini Rilis Album Sarat Konspirasi

Kim mungkin merasa kesal

Pyongyang akan "sedikit kesal dengan perubahan kepemimpinan," kata mantan analis CIA Soo Kim. "Rezim menyadari sedikitnya peluang terjadinya pertemuan tingkat atas dengan seorang pemimpin AS," tambahnya.

"Kami mengharapkan pendekatan AS yang lebih berprinsip dan sistematis ke Pyongyang," ucap Kim.

Selama Trump menjabat, Pyongyang terus mengembangkan dan memajukan perlengkapan militernya dengan menampilkan serangkaian senjata baru - termasuk ICBM baru yang besar - pada parade militer bulan lalu yang menandai ulang tahun ke-75 partai berkuasa Korea Utara.

Baca juga: Pamer Rudal Balistik Raksasa, Kim Jong Un Tantang Presiden AS?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Global
Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Global
Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Global
[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

Global
139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

Global
Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Global
Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Global
Kisah Gado-gado yang Jadi 'Raja Salad' di Ibu Kota Finlandia...

Kisah Gado-gado yang Jadi "Raja Salad" di Ibu Kota Finlandia...

Global
Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Global
Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Global
Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Global
Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Global
Penampakan 'Bayi Dinosaurus' Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Penampakan "Bayi Dinosaurus" Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Global
Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Global
Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Global
komentar
Close Ads X