Biden ke Gedung Putih atau Tidak di Pilpres AS 2020: Tergantung Nevada

Kompas.com - 05/11/2020, 08:34 WIB
Bakal calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden, memberikan pidato kepada para pendukungnya di Los Angeles, 3 Maret 2020. Biden disebut meraih hasil mengejutkan di Super Tuesday. REUTERS/KYLE GRILLOTBakal calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden, memberikan pidato kepada para pendukungnya di Los Angeles, 3 Maret 2020. Biden disebut meraih hasil mengejutkan di Super Tuesday.

KOMPAS.com—Pertarungan calon presiden petahana Donald Trump dan penantangnya Joe Biden di Pemilu Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 makin mendebarkan. Kemenangan Biden bisa dibilang bergantung pada hasil Nevada.

Dalam pantauan hingga Kamis (5/11/2020) pukul 08.00 WIB, Biden telah mengumpulkan 264 poin dari kebutuhan minimal 270 suara electoral vote untuk memenangi Pilpres AS. Adapun Trump tercatat mengumpulkan 214 suara.

Peta pertarungan Trump dan Biden tinggal menyisakan empat negara bagian pertarungan dan data Alaska. Empat negara bagian itu adalah Nevada, Pennsylvania, Carolina Utara, dan Georgia. 

Baca juga: Siapa Bilang Presiden AS Dipilih Langsung oleh Rakyat?

Yang jadi bikin deg-degan, Biden dan Partai Demokrat terpantau hanya memimpin sementara di Nevada. Selebihnya, Trump dan Partai Republik yang masih memimpin.

Jika Nevada dapat memberikan dukungan kepada Biden, kemenangan sudah pasti diraih, tepat dengan 270 suara, apa pun hasil di negara bagian lain. Jika tidak, harapan Biden untuk kembali ke Gedung Putih tampak tipis sekalipun belum konklusif.

Baca juga: Peta dan Analisis Swing State di Pemilu Presiden AS 2020

Hingga Kamis pukul 08.00, data suara Nevada yang telah terpantau mencapai 75 persen. Hasil sementara mendapati Biden memimpin dengan 49,3 persen suara, sementara Trump mendapat 48,7 persen. Negara bagian ini punya 6 poin electoral vote.

Di Pennsylvania, data masuk hingga Kamis pukul 08.00 WIB telah mencapai 87 persen, dengan 50,8 persen suara mendukung Trump dan 48 persen suara ke Biden.

Sementara itu, Carolina Utara sudah mendapatkan data 94 persen suara, dengan 50,1 persen mendukung Trump dan 48,7 persen memilih Biden.

Baca juga: Serba-serbi Sistem Pemilu Presiden AS

Adapun Georgia, data yang masuk terpantau 98 persen, dengan 49,8 persen mendukung Trump dan 49 persen Biden. Alaska, dari 50 persen perkiraan suara yang masuk, Trump memimpin 62,1 persen dan Biden 33,5 persen. 

Meski demikian, harapan dari Pennsylvania, Carolina Utara, dan Georgia bukan berarti tertutup sama sekali bagi Biden, sekecil apa pun itu.

Sebelumnya, Biden telah pula membalik arah dukungan di Michigan, yang sepanjang pemantauan hingga 87 persen data suara popular vote condong ke Trump.

Baca juga: Update Hasil Pilpres AS: Michigan Bergoyang Arah ke Biden

Di saat-saat terakhir hingga akhirnya konklusif, dukungan di Michigan beralih ke Biden. Pada pantauan Kamis pukul 08.00, 16 suara electoral vote Michigan dipastikan ke Biden bersama kepastian 10 poin suara dari Wisconsin.

Peta dan data pertarungan selengkapnya dapat dibaca di JEO Kompas.com Hasil Pilpres AS 2020 Trump vs Biden.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Global
Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Global
Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Global
Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Global
Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Global
Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Global
Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Global
ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

Global
Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Global
Tak Takut Kematian, Paus Fransiskus Ingin Meninggal di Roma

Tak Takut Kematian, Paus Fransiskus Ingin Meninggal di Roma

Global
Cerita Kurir Selamatkan Balita Jatuh dari Lantai 12: Saya Kepikiran Anak Saya

Cerita Kurir Selamatkan Balita Jatuh dari Lantai 12: Saya Kepikiran Anak Saya

Global
Wanita Ini Temukan Muntahan Paus Saat Jalan di Pantai, Berpotensi Kaya Mendadak

Wanita Ini Temukan Muntahan Paus Saat Jalan di Pantai, Berpotensi Kaya Mendadak

Global
Perancis Beri Izin Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 65 Tahun

Perancis Beri Izin Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 65 Tahun

Global
AS Bungkam soal Hukuman Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

AS Bungkam soal Hukuman Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Jadi Ayah 35 Anak, Pria Ini Mengaku Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

Jadi Ayah 35 Anak, Pria Ini Mengaku Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

Global
komentar
Close Ads X