Pria Bersenjata Serang Universitas Kabul, 10 Mahasiswa Tewas

Kompas.com - 02/11/2020, 20:33 WIB
Seorang pria dibawa oleh ambulans dalam kondisi terluka menyusul serangan yang terjadi di Universitas Kabul, Afghanistan, pada 2 November 2020. AFP PHOTO/WAKIL KOHSARSeorang pria dibawa oleh ambulans dalam kondisi terluka menyusul serangan yang terjadi di Universitas Kabul, Afghanistan, pada 2 November 2020.

KABUL, KOMPAS.com - Sebanyak 10 mahasiswa tewas ketika ada sekelompok pria bersenjata menyerang Universitas Kabul, Afghanistan, di mana saat itu pameran buku sedang digelar.

Saksi mata maupun pemerintah Afghanistan menyatakan, para penyerang baku tembak dengan pasukan keamanan selama beberapa jam.

"Musuh Afghanistan, musuh pendidikan... sudah memasuki Universitas Kabul," kata juru bicara kementerian dalam negeri, Tariq Arian.

Baca juga: Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

Arian menjelaskan, ada tiga pria bersenjata yang memasuki kampus, di mana satu di antaranya meledakkan diri di lokasi kejadian.

"Dua lainnya mampu dilumpuhkan oleh pasukan keamanan," jelas si juru bicara sebagimana diwartakan kantor berita AFP Senin (2/11/2020).

Dia menuturkan sebanyak 25 orang tewas atau terluka. Sementara Al Jazeera melaporkan ada 10 mahasiswa yang terbunuh dalam insiden itu.

Fathullah Moradi kepada Reuters mengungkapkan, begitu masuk ke kampus para penyerang sudah berniat untuk menembaki para pelajar.

"Mereka menyerang setiap mahasiswa yang mereka lihat," kata Moradi yang berhasil kabur melalui salah satu pintu bersama sekelompok temannya.

"Setidaknya 10 orang tewas, lebih banyak lainnya terluka," ungkap salah satu pejabat pemerintahan yang menolak identitasnya diberitakan.

Media setempat memberitakan, sejumlah pejabat rencananya bakal menghadiri pameran buku tersebut ketika penembakan terjadi.

ISNA melaporkan, Duta Besar Iran Bahador Aminian dan atase kebudayaan Mojtaba Noorozi direncanakan bakal hadir dalam acara yang juga diramaikan 40 penerbit Iran.

Taliban menyatakan mereka tidak terlibat dalam insiden itu. Kelompok ekstremis seperti Negara Islam dan Suriah (ISIS) juga belum memberikan komentar.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Global
Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Global
Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Global
WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

Global
Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Global
PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

Global
Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Global
Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Global
Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Global
Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Global
Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Global
200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

Global
Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Global
Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Global
Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Global
komentar
Close Ads X