Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Kompas.com - 25/10/2020, 17:17 WIB
Seorang siswa berdiri di sebuah ruangan saat dia mencari barang-barang miliknya di dekat lokasi di mana seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di pusat pendidikan Kawsar-e Danis, di Kabul pada tanggal 25 Oktober 2020. Seorang pembom bunuh diri menyerang dekat sebuah pusat pendidikan di ibukota Afghanistan Kabul pada 24 Oktober, menewaskan sedikitnya 18 orang dalam serangan yang diklaim oleh ISIS yang mengguncang negara yang dilanda konflik itu. WAKIL KOHSAR/AFPSeorang siswa berdiri di sebuah ruangan saat dia mencari barang-barang miliknya di dekat lokasi di mana seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di pusat pendidikan Kawsar-e Danis, di Kabul pada tanggal 25 Oktober 2020. Seorang pembom bunuh diri menyerang dekat sebuah pusat pendidikan di ibukota Afghanistan Kabul pada 24 Oktober, menewaskan sedikitnya 18 orang dalam serangan yang diklaim oleh ISIS yang mengguncang negara yang dilanda konflik itu.

KABUL, KOMPAS.com - Bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk pelajar remaja, pada Sabtu (24/10/2020), kata para pejabat.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, mengatakan penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang tersangka yang menyalakan bahan peledak di jalan di luar pusat Kawsar-e Danish.

Melansir Reuters pada Minggu (25/10/2020), sebagian besar korban adalah pelajar berusia antara 15 dan 26 tahun, menurut kementerian kesehatan.

Kementerian kesehatan juga menyebutkan bahwa ada 57 orang lainnya yang terluka dalam serangan itu.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, 18 Orang Tewas

Seorang juru bicara Taliban di Twitter membantah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan terjadi pada saat yang sensitif, ketika Taliban dan pemerintah Afghanistan bertemu di Qatar untuk mencari kesepakatan damai.

ISIS mengaku bertanggung jawab dalam pernyataan di Telegram, tanpa memberikan bukti.

Anggota keluarga berkumpul di rumah sakit terdekat, mencari orang-orang terkasih mereka yang hilang di antara tas dari mereka yang tewas.

Baca juga: Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Korban tewas diletakkan di lantai rumah sakit, sementara petugas di luar membawa pasien yang terluka dengan tandu untuk perawatan, kata seorang saksi mata.

NATO dan pemerintah Afghanistan sangat mengecam keras serangan itu, yang terjadi di daerah Kabul barat yang merupakan rumah bagi banyak komunitas Syiah di negara itu.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X