PM Malaysia Sebut Klaim Anwar Harus Dibuktikan Lewat Jalur Hukum

Kompas.com - 24/09/2020, 07:38 WIB
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim memberi isyarat saat dia pergi setelah konferensi pers di Kuala Lumpur, Rabu, 23 September 2020. Anwar mengatakan dia telah mendapatkan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru yang kuat, stabil dan tangguh. AP/Vincent ThianPemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim memberi isyarat saat dia pergi setelah konferensi pers di Kuala Lumpur, Rabu, 23 September 2020. Anwar mengatakan dia telah mendapatkan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru yang kuat, stabil dan tangguh.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mendesak rakyatnya untuk menolak tindakan yang mengganggu kestabilan negara setelah pemimpin oposisi pemerintah, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa dirinya mendapat dukungan dari mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan.

"Klaim Anwar harus dibuktikan melalui proses hukum dan sampai saat itu, pemerintahan saat ini masih tetap teguh," ujar Muhyiddin, seperti dikutip Business Times. Dia juga bersikeras bahwa dirinya masih menjadi PM yang sah.

Partai-partai termasuk Barisan Nasional dan Partai Islam Pan-Malaysia menandatangani sebuah pernyataan gabungan untuk mengafirmasi dukungan mereka terhadap Muhyiddin Yassin.

Baca juga: Roller Coaster Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

Melalui konferensi pers yang disiarkan televisi Malaysia pada Rabu (23/9/2020), Muhyiddin mengatakan, "Saya mendesak kepada seluruh rakyat untuk menolak aksi yang mengganggu dari beberapa politisi yang dengan sengaja ingin mengganggu stabilitas politik dan rencana perbaikan ekonomi negara."

Pada waktu yang sama, Muhyiddin juga mengumumkan adanya paket potongan pajak dan insentif sebesar 10 miliar ringgit Malaysia (3,28 miliar dollar AS) untuk menyelamatkan perekonomian negara di tengah krisis wabah.

Sebelumnya telah diwartakan Kompas.com bahwa media Malaysia Kini menyebut salah satu sumber yang dekat dengan Anwar mengatakan benar bahwa Anwar Ibrahim telah berhasil mengumpulkan jumlah parlementarian yang cukup.

Baca juga: Anwar Ibrahim Klaim Kantongi Suara Mayoritas yang Kuat dan Meyakinkan

Diperlukan minimal 112 kursi untuk membentuk pemerintahan di Malaysia. Koalisi berkuasa Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memiliki mayoritas sangat tipis 113 kursi.

Koalisi oposisi Pakatan Harapan yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar, Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Partai Amanah, memiliki 91 kursi.

Jika ditambah dengan Partai Pejuang pimpinan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Partai Warisan yang berkuasa di negara bagian Sabah pimpinan Menteri Besar Shafie Apdal, serta Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (MUDA) pimpinan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq, total kursi oposisi adalah 109 kursi.

Baca juga: Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

“Pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah jatuh,” tegas Anwar saat konferensi pers di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, Rabu (23/9/2020) siang.

“Kita memerlukan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang sedang melanda negara ini," sebut Anwar.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Global
Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Global
Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Global
[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

Global
Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
komentar
Close Ads X