Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19

Kompas.com - 17/09/2020, 08:38 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekelompok negara kaya, mewakili 13 persen populasi dunia, dilaporkan memborong lebih dari separuh calon vaksin Covid-19.

Kabar itu berdasarkan laporan organisasi non-pemerintah Oxfam yang menganalisa data yang sudah dikumpulkan oleh perusahaan analisa, Airfinity.

Oxfam membuat data itu setelah meneliti kesepakatan yang dibuat perusahaan farmasi atas lima kandidat vaksin yang sudah memasuji uji coba tahap akhir.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Euforia karena Vaksin Covid-19

Adapun lima calon vaksin Covid-19 yang masuk ke dalam penelitian mereka adalah AstraZeneca, Gamaleya/Sputnik, Moderna, Pfizer dan Sinovac.

NGO itu mengalkulasi bahwa kelima obat ini jika digabungkan kapasitas produksinya bisa mencapai 5,3 miliar dosis. Cukup untuk sekitar tiga miliar penduduk dunia.

Dilansir AFP Kamis (17/9/2020), saat ini kesepakatan yang sudah diteken untuk pengadaan vaksin virus corona adalah 5,3 miliar dosis.

Dari jumlah itu, sekitar 51 persen atau 2,7 miliar dosis dibeli oleh negara maju seperti AS, Inggris, Uni Eropa, Jepang, hingga Israel.

Kemudian sisanya atau 2,6 miliar dosis dibeli, atau setidaknya dijanjikan bakal didistribusikan ke Bangladesh, China, Indonesia, dan Meksiko.

"Akses terhadap vaksin yang penting ini seharusnya tidak bergantung uang yang Anda punya atau di mana Anda tinggal," kata Robert Silverman dari Oxfam America.

Baca juga: Presiden Brasil: Penyuntikan Vaksin Virus Corona Tidak Wajib

Silverman menjelaskan, pengembangan obat bagi virus corona ini memang krusial dengan pengujiannya harus dilakukan secara hati-hati.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X