KBRI Teheran Bebaskan 15 ABK WNI, Dubes RI untuk Iran: Hubungan Baik Indonesia-Iran Jadi Faktor Utama

Kompas.com - 13/05/2020, 11:43 WIB
Duta besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin bersama 15 ABK WNI yang berhasil dipulangkan. Press Release KBRI IranDuta besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin bersama 15 ABK WNI yang berhasil dipulangkan.

TEHERAN, KOMPAS.com - KBRI Teheran berhasil membebaskan 15 Anak Buah Kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan dukungan Pemerintah Pusat. Mereka terlantar dan ditahan di Bandar Lengeh, kota pelabuhan di selatan Iran.

Penahanan 15 WNI  berbuntut hukuman penjara selama 4 bulan di lembaga pemasyarakatan setempat.

Para ABK WNI itu dituduh lakukan pengangkutan minyak tanpa izin.

Pada Senin (11/5/2020) seluruh ABK WNI telah dipulangkan dari Iran ke Indonesia dan tiba di Jakarta keesokan harinya.

Duta Besar RI untuk Iran, Bapak Octavino Alimudin mengatakan, "Pembebasan dan pemulangan para ABK WNI menunjukkan keberpihakan Pemerintah Indonesia atas warganya di luar negeri, khususnya di tengah mewabahnya Covid-19.

Hubungan baik dan koordinasi erat dengan Pemerintah Republik Islam Iran merupakan faktor penting dalam melindungi WNI di Iran."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jurus KBRI Teheran Tangkal Virus Corona: Sediakan Shelter untuk WNI

Pemulangan ABK WNI ini didampingi oleh pejabat KBRI Tehran, dan kemudian diterima oleh Kementerian Luar Negeri dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk diproses kepulangan mereka ke kota masing-masing.

Perusahaan pemilik kapal yang berdomisili di Singapura mengabaikan 15 WNI yang ditahan tersebut, sehingga kondisi mereka terlantar.

Perwakilan RI setempat telah meminta perusahaan pemilik kapal untuk membayarkan gaji dan kewajiban lain yang harusnya diberikan sesuai dengan kontrak kerja.

Pemilik kapal bersedia untuk membayarkan sisa gaji seluruh ABK WNI secara bertahap, hal ini disampaikan melalui pengacara mereka.

Baca juga: Sempat Dipenjara dan Telantar, 15 ABK WNI di Iran Akhirnya Dipulangkan

Dubes RI untuk Iran juga menyatakan bahwa pendampingan dan bantuan hukum KBRI Teheran serta dukungan Pemerintah Pusat termasuk dalam penyediaan sarana posko aju atau shelter bagi WNI di Iran telah mempercepat proses pembebasan dan pemeriksaan kesehatan para ABK WNI sebelum mereka kembali ke tanah air.

"Seluruh ABK WNI yang akan bekerja di perairan Teluk Persia perlu memastikan mereka bekerja pd perusahaan atau pemilik kapal di Indonesia yang memiliki reputasi baik sehingga mereka tidak akan terlantar," jelas Alimudin.

Dia juga menegaskan ABK WNI perlu menghubungi Perwakilan RI setempat dan melakukan lapor diri pada saat kedatangan serta tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan mereka harus berurusan dengan aparat penegak hukum setempat.

Baca juga: KBRI Teheran Mendirikan Selter Sekaligus Posko Antisipasi Virus Corona


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Global
Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Global
Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Global
Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Global
Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera

Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera

Global
POPULER GLOBAL: Momen Haru Qatar dan Italia Berbagi Medali Emas | Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

POPULER GLOBAL: Momen Haru Qatar dan Italia Berbagi Medali Emas | Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Global
Hari Ke-7 Kebakaran Hutan Turki, Pembangkit Listrik Terancam Kobaran Api Tak Terkendali

Hari Ke-7 Kebakaran Hutan Turki, Pembangkit Listrik Terancam Kobaran Api Tak Terkendali

Global
Usaha Daging Wagyu di Australia Bangkit Cepat dari Pandemi Covid-19

Usaha Daging Wagyu di Australia Bangkit Cepat dari Pandemi Covid-19

Global
Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

Global
Sejumlah Orang Anti-vaksin Covid-19 telah Berubah Pikiran, Ini Alasannya...

Sejumlah Orang Anti-vaksin Covid-19 telah Berubah Pikiran, Ini Alasannya...

Global
Covid-19 Kembali ke Wuhan, Warga Pun 'Panic Buying'

Covid-19 Kembali ke Wuhan, Warga Pun "Panic Buying"

Global
Jenazah yang Dibedah Ternyata Temannya, Mahasiswa Kedokteran Ini Menangis

Jenazah yang Dibedah Ternyata Temannya, Mahasiswa Kedokteran Ini Menangis

Global
Ledakan Beirut Rusak Hajatannya, Dokter Ini Enggan Pasang Foto 'Menyakitkan'

Ledakan Beirut Rusak Hajatannya, Dokter Ini Enggan Pasang Foto "Menyakitkan"

Global
Jepang Mulai Permalukan Warganya di Depan Umum terkait Pelanggaran Covid-19

Jepang Mulai Permalukan Warganya di Depan Umum terkait Pelanggaran Covid-19

Global
Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Global
komentar
Close Ads X