Kompas.com - 07/07/2022, 14:43 WIB

KOMPAS.com - Berkomunikasi untuk mengutarakan keinginan menjadi salah satu kemampuan yang perlu dikuasai anak usia dini. Keinginan yang tak tersampaikan akibat belum lancarnya komunikasi dengan orang sekitar, kerap membuat anak menjadi mudah tantrum.

Umumnya, anak sudah mampu mengutarakan keinginan dengan bahasa sederhana yang dimengerti orang dewasa saat usia dua tahun.

Namun, bagaimana jika anak belum bisa mengucapkan kata berarti pada dua tahun? Apakah ini termasuk gangguan keterlambatan bicara atau speech delay?

Baca juga: Terkenal Disiplin, Begini Cara Orangtua Jepang Mendidik Anak

Program Manager Pendidikan Inklusi Cikal Surabaya, Muthia Devita menjelaskan bahwa dalam cakupan perkembangan, speech delay termasuk ke dalam klasifikasi terlambat atau karena disertai gangguan atau hambatan tertentu yang memiliki dasar neurologis dan memengaruhi proses pemerolehan bahasa pada seorang anak.

"Keterlambatan atau gangguan/hambatan tersebut bisa terjadi pada anak dengan autisme ataupun ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)," terangnya dalam keterangan Sekolah Cikal.

Namun, lanjut dia, speech delay yang ringan biasanya tidak disertai gangguan. Umumnya terjadi karena kurangnya stimulasi atau pola asuh yang kurang tepat.

Sementara itu, speech delay yang didasari fungsi neurologis memang memerlukan intervensi berupa terapi, karena akan mempengaruhi fungsi adaptif.

Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi

3 faktor penyebab speech delay

Muthia memaparkan bahwa terdapat 3 faktor yang memengaruhi terjadinya speech delay, antara lain:

1. Kurangnya stimulasi bahasa yang diberikan orang tua, terlalu banyak memberikan screen time pada anak seperti bermain gawai, menonton televisi sehingga minim interaksi antara anak dan orang tua.

2. Adanya gangguan atau kondisi medis tertentu pada sistem neurologis yang dapat berpengaruh pada otot-otot berbicara.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.