Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2022, 11:01 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia memiliki kekayaan alam yang tak banyak dimiliki negara lain. Bahkan menjadi produsen utama berbagai hasil laut seperti rumput laut, udang, ikan tuna, dan kepiting.

Tetapi, hasil laut banyak yang belum diolah menjadi produk. Padahal, potensi biota laut dengan beragam kandungan senyawa aktif sangat prospektif.

Demikian diungkapkan Dr. Kustiariyah Tarman, Dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dalam Seminar Ilmiah Berkala ke-52 gelaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (28/4/2022).

Baca juga: Dosen IPB Bagi Cara Mengetahui Telur Busuk Lewat Teknik Ini

Menurutnya, Indonesia masih kalah dengan negara tetangga yang telah mengolah lebih lanjut hasil lautnya sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi.

"Sebenarnya tidak hanya keragaman hayati yang tinggi tetapi juga keragaman struktur kimia yang ada di dalamnya," ujarnya dikutip dari laman IPB University, Selasa (10/5/2022).

Jadi ini merupakan satu kesatuan. Tentu ini juga akan memberikan keragaman dari aktivitas biologis yang nanti bisa dimanfaatkan dalam banyak bidang.

Ia menyebut, sebagian besar obat-obatan yang beredar di pasaran berbasis produk alami. Contoh produk yang sukses dikembangkan dari biota laut yaitu dapat menghasilkan obat:

Pemanfaatannya masih kecil

Sayangnya, Indonesia sebagai negara tropis hanya bisa memanfaatkan sebagian kecil potensi biota laut yang dimiliki.

Tentu, ini dikarenakan waktu pengembangan yang cukup lama dan biaya penelitian dan produksinya tergolong mahal.

Meskipun keragaman struktur kimia dan aktivitas biologis dari biota laut sangat tinggi dan prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.

Baca juga: Harusnya Produk Singkong Dimakan Utuh, Guru Besar IPB Beri Alasannya

Biota laut seperti fungi laut dapat dimanfaatkan senyawa bioaktifnya untuk berbagai keperluan. Fungi ini bisa bersifat obligat maupun fakultatif. Berukuran mikroskopis karena kondisi perairan menyebabkan pertumbuhan kurang optimal.

"Fungi ini bisa diisolasi dari bakau, alga dan rumput laut, atau kayu lapuk yang mengapung di daerah perairan," kata Dr Kustiariyah.

Sementara fungi laut memiliki potensi aktivitas antikanker, antitoksin, antiparasit, hingga antivirus.

Masih jadi tantangan

Berdasarkan kategorinya, fungi penicillium, aspergillus, dan cladosporium merupakan tiga golongan terbanyak yang diisolasi bioaktifnya.

Adapun beberapa fungi laut juga dapat digunakan dalam keperluan hidrolisis biomassa di industri farmasi. Senyawa bioaktif berupa anti bakteri juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Produknya dapat diaplikasikan sebagai pakan udang dan ikan untuk meningkatkan imunitas. Bahkan, dapat diaplikasikan sebagai antivirus pada tanaman pangan dan sebagai hormon pertumbuhan bagi tanaman maupun ternak.

Baca juga: Dosen IPB Inovasi Pasta Gigi Pakai Bahan Ini, Jadi yang Pertama

"Potensi yang luar biasa besar dari sumber hayati yang kita miliki, peluang untuk mendapatkan produk yang berhasil sangat kecil sehingga menjadi tantangan besar," tuturnya.

"Perlu ada kajian lebih lanjut terkait dengan kelayakannya sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan secara luas dengan pengembangan produk secara komersil," tandas Dr. Kustiariyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com