Kompas.com - 12/10/2021, 09:18 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 berbasis mRNA dari Pfizer-BioNTech terbukti aman dan beri perlindungan pada anak yang lebih kecil. Vaksin Pfizer efektif pada anak usia 5 tahun hingga 11 tahun di Amerika Serikat. SHUTTERSTOCK/Yuganov KonstantinIlustrasi vaksin Covid-19 berbasis mRNA dari Pfizer-BioNTech terbukti aman dan beri perlindungan pada anak yang lebih kecil. Vaksin Pfizer efektif pada anak usia 5 tahun hingga 11 tahun di Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan rekomendasi imunisasi untuk anak usia sekolah hingga remaja.

Bagi anak usia 12-17 tahun, vaksin Covid-19 sudah bisa diberikan. Namun, bagaimana dengan anak di bawah usia tersebut yang belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19?

Dokter spesialis anak Vicka Farahdiba mengatakan, untuk anak-anak usia 4-12 tahun yang belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19, orangtua tetap dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak dari penyakit yang kerap menular dan membahayakan kesehatan anak dengan cara melengkapi sejumlah vaksin.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Sekolah Tatap Muka Hasilkan Capaian Akademik Lebih Baik

Dengan melengkapi imunisasi, maka kekebalan tubuh anak diharapkan dapat meningkat sehingga risiko terjadinya penyakit berbahaya bisa dihindari.

Sejumlah vaksin, jelas Vicka, dapat diberikan bersamaan dalam satu kunjungan ke dokter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Manfaatnya banyak sekali, di antaranya memudahkan untuk mengejar kelengkapan vaksinasi dan anak lebih nyaman karena jumlah kunjungan dokter lebih sedikit," imbuh dia.

Meski begitu, Vicka menegaskan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hanya menyarankan sekolah tatap muka untuk anak dan guru yang sudah divaksin Covid-19.

"Syarat agar anak boleh mengikuti sekolah tatap muka untuk anak dengan usia yang sudah diwajibkan mendapat vaksin Covid-19 adalah harus sudah divaksinasi. Guru dan perangkat sekolah lainnya juga harus sudah divaksinasi," papar Vicka.

Berikut sejumlah vaksin yang bisa dilengkapi anak yang belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19 agar kekebalan tubuh tetap optimal selama pandemi:

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

1. Vaksin Influenza dan Pneumonia

Vaksin Influenza dapat diulang setiap tahun. Sementara vaksin Pneumonia diberikan 1 kali saja untuk anak usia 2 tahun ke atas yang belum lengkap atau belum pernah mendapatkan vaksin Pneumonia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.