Kompas.com - 23/09/2021, 13:40 WIB
Nadiem Makarim dalam sambutan Pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 yang telah berjalan sejak Oktober 2021 dan selesai pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021. Dok. Kemendikbud RistekNadiem Makarim dalam sambutan Pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 yang telah berjalan sejak Oktober 2021 dan selesai pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan kegembiraannya kala melihat animo pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang begitu besar dan telah dimulai di beberapa perguruan tinggi.

Ia mendorong perguruan tinggi untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Tidak perlu takut lagi untuk membuka fasilitas sekolah asal dengan prokes, karena itu akan mengembalikan ruhnya pendidikan yang selama ini hilang,” kata Nadiem dalam kunjungan kerja Universitas Jambi (Unja), Selasa (21/9/2021).

Dalam kunjungan kerja tersebut Nadiem yang didampingi oleh Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Nizam.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Buka Beasiswa Microcredential 2021 bagi Guru

Keduanya mendengar berbagai aspirasi dan masukan dari sivitas akademika Unja terkait kebijakan pendidikan tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kampus harus mempersiapkan mahasiswa peroleh pekerjaan

Nadiem juga menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi harus mempersiapkan mahasiswa agar memperoleh pekerjaan, salah satunya melalui wirausaha. Ia mengapresiasi program-program kewirausahaan yang sudah menyebar ke berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

"Saya juga ingin mengatakan bahwa lulusan kita ini harus disiapkan skenario bahwa ia tidak akan mendapatkan pekerjaan. Itu harus realita kita sekarang setiap tahun dua juta anak yang lulus itu ada pekerjaan baru sebesar dua juta per tahun tercipta. Jadi, rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta harus mempersiapkan mahasiswanya untuk bisa juga menjadi wirausaha untuk mencari nafkah sendiri bukan hanya mencari pekerjaan," tegasnya.

Tak hanya diskusi bersama Unja, beberapa pemangku kepentingan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga hadir untuk turut menyampaikan aspirasinya.

Baca juga: Mahasiswa Dapat Rp 9 Juta Per Semester, Ini Cara Daftar KJMU Tahap II 2021

Mereka memohon arahan dan menyampaikan keluh kesah terhadap kondisi dan persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan PTS.

Menjawab persoalan yang dihadapi oleh PTS, Nizam menjelaskan bahwa pihaknya mendorong agar PTS melakukan konsolidasi agar dapat menjadi lebih besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.