Riset: PLTS dan Peluang Usaha Energi Baru Terbarukan Tumbuh Pesat di Masa Mendatang

Kompas.com - 18/09/2021, 17:24 WIB
Ilustrasi Panel Surya DOK. Utomo SolaRUV Ilustrasi Panel Surya

KOMPAS.com - Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penggunaan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) atap melonjak tajam dari 351 menjadi 4028 pengguna hingga Juli 2021 yang berarti terjadi pertumbuhannya 1.000 persen lebih.

Diyakini tren ini masih akan terus berkembang seiring terbitnya Permenko 7 Tahun 2021 di mana pengembangan PLTS atap menjadi salah satu program strategis nasional dalam mencapai target bauran energi 23 persen pada tahun 2025.

Dikutip dari The Conversation Indonesia, berdasarkan riset David Firnando Silalahi, kandidat Phd Candidate Research School of Electrical, Energy and Materials Engineering, Australian National University, diprediksi Indonesia dapat menghasilkan 100 persen listrik tenaga surya pada tahun 2050.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mampu mendorong hal ini yakni; sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, ketersediaan lahan serta biaya investasi PLTS yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Universitas Surabaya (Ubaya) melihat peluang ini melalui pusat studi lingkungan dan energi terbarukan mengembangkan pusat pengembangan solarpreneur pertama di Indonesia.

"Hal ini disebabkan kita melihat peluang usaha pembangkit listrik terbarukan di Indonesia akan tumbuh secara pesat di masa mendatang. Energi bersih yang berlimpah dari sinar matahari semakin bisa diakses oleh masyarakat," ungkap Rektor Ubaya Benny Lianto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tantangan muncul dari ketersediaan komponen panel surya di pasaran yang saat ini belum banyak memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil, Nadiem Luncurkan Program Gerilya untuk Mahasiswa

"Banyak sekali ide kreatif yang diciptakan dosen Ubaya, tapi seringkali juga tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama dengan Utomodeck Group, kami berharap penelitian akademis yang kami lakukan bisa menjawab masalah lapangan yang dihadapi industri," jelas Benny Lianto.

Dari sinilah kemudian lahir kemitraan matching fund Utomodeck Group dan Ubaya dalam mengembangkan solarpreneur development center.

Rektor UBaya Benny Lianto berharap, kolaborasi perguruan tinggi dalam koridor pengembangan sistem termutakhir panel surya dan ketersediaan komponen solar panel dari Utomo SolaRUV tentu akan mampu mengurai kendala pemasangan PLTS atap di lapangan.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.