Kompas.com - 07/05/2021, 14:19 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Agus Wahyudi menyebut konten serta intensi tes wawasan kebangsaan bagi pegawai KPK perlu dievaluasi.

Meski demikian, kata dia, publik juga tidak bisa langsung percaya dengan teori yang menyebutkan di balik penyelenggaraan tes ini terdapat persekongkolan lembaga-lembaga pemerintah untuk melemahkan KPK.

Baca juga: Epidemiolog UGM: Larangan Mudik Efektif bila Dipatuhi Masyarakat

"Tidak berarti kita bisa menyetujui pengertian ada rekayasa atau niat jahat seperti yang dikatakan oleh sejumlah kritikus bahwa lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif berkolaborasi atau bersengkongkol untuk melemahkan KPK," ucap dia melansir laman UGM, Jumat (7/5/2021).

Menurut Agus, teori konspirasi semacam ini terkadang dianggap paling mudah menjelaskan peristiwa yang rumit atau pelik dan melibatkan aktor-aktor yang tidak terlihat.

"Teori konspirasi adalah teori bagi orang-orang yang malas berpikir serius dan memahami cara bekerja sesuatu secara akurat dan apa adanya," jelas dia.

Dalam keterangan resmi KPK, pelaksanaan asesmen Tes Wawasan Kebangsaan oleh KPK untuk pengalihan status pegawai menjadi ASN dikatakan merupakan amanat dari UU No. 19/2019 dan PP No. 41/2020.

Tes ini diselenggarakan oleh KPK bekerja sama dengan BKN dan diikuti sebanyak 1.351 pegawai KPK.

Dalam tes ini, sebanyak 75 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Sejumlah media massa mengangkat isu ini beserta pandangan sejumlah pihak bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam tes tentang doa qunut atau LGBT dianggap aneh dan tidak normal.

Baca juga: Dosen UGM Berikan Tips Bijak Kelola Keuangan Jelang Lebaran

Selain itu, terdapat indikasi kuat aspek penjaminan mutu untuk konten dan pelaksanaan tes tidak terjaga atau tidak profesional.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.