Kompas.com - 20/04/2021, 15:35 WIB
Ilustrasi kuliah online PEXELS.comIlustrasi kuliah online
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Setelah adanya pandemi Covid-19, satuan pendidikan di semua jenjang dilakukan secara dalam jaringan (daring).

Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan survei terkait kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Pandemi Covid-19.

Survei ini bertujuan mengetahui proses dan hambatan dalam pelaksanaan KBM daring dari perpektif mahasiswa.

Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden, atau sebanyak 54,2 persen ternyata menginginkan KBM yang dilakukan secara blended learning. Yakni campur antara kuliah daring dan luring.

Baca juga: Unair Buka Jalur Seleksi Mandiri Kemitraan, Cek Syarat dan Jadwalnya

Pembelajaran blended dinilai paling nyaman

KBM secara blended ternyata dirasa paling nyaman untuk mendukung pencapaian kompetensi dan keterampilan dibandingkan dua opsi lainnya, yakni pembelajaran secara daring saja atau luring saja.

Sedangkan sisa responden lainnya, pilihan KBM yang dilakukan secara daring ternyata juga lebih dominan dibandingkan KBM luring.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Responden yang memilih KBM secara daring mencapai sebanyak 34,2 persen, sedangkan yang memilih KMB secara luring hanya 11,6 persen saja.

Survei PIKA ini tersebar kepada 10.800 mahasiswa di semua fakultas dan sekolah vokasi di UGM.

Responden paling banyak berasal dari Fakultas Teknik dan Vokasi dengan masing-masing jumlahnya 1.535 (14 persen) dan 1.248 (11 persen).

Baca juga: Ini 5 Cara Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa ala Pakar IPB

Dari keseluruhan responden, diketahui 66 persen-nya berasal dari Program Sarjana, 19 persen dari Program Magister, 12 persen dari Program Sarjana Terapan, serta 3 persen lainnya dari Program Doktor, Profesi dan Spesialis.

Berdasarkan survei, PIKA juga mengungkapkan bahwa selama proses KBM daring yang dilakukan sejak bulan Maret 2020 lalu, kondisi infrastuktur KBM daring yang dimiliki mahasiswa dirasakan sudah lebih dari cukup.

Responden tanggapi pembelajaran daring

Sebanyak 67 persen responden mengatakan bahwa kondisi perangkat mereka baik dan sangat baik. Sedangkan 53 persen responden mengatakan kualitas internet juga sudah lebih dari cukup.

Baca juga: Anak Usaha Telkom Buka Lowongan Kerja D3 dan S1 Fresh Graduate

Hanya saja, kekurangan terdapat pada kondisi suasana belajar. Hanya 46 persen responden yang mengaku mendapatkan suasana belajar yang baik dan sangat baik.

Dalam proses pembelajaran daring, sejauh ini mayoritas responden mengaku masih nyaman terhadap kualitas materi perkuliahan, dukungan sumber belajar eksternal, serta pada proses penyampaian materi dari dosen.

Mereka mengakui, kelemahan proses KBM daring selama ini terletak pada aspek kualitas interaksi, kemudahan dalam pencapaian keterampilan, kualitas penugasan, dan kemudahan dalam memahami materi.

Aspek kemudahan untuk memahami materi medapatkan nilai paling rendah, yakni hanya 3,12 dalam skala linkert 1-5, dengan angka 5 mengacu kondisi sangat baik.

Sedangkan dari lamanya durasi sinkron, 58,1 persen responden mengatakan mereka merasa nyaman jika dilakukan selama 30-60 menit. Hanya 28,9 persen responden yang merasa nyaman ketika proses KBM berlangsung selama 60-90 menit.

Baca juga: Trakindo Buka Lowongan Kerja bagi D3-S1 Fresh Graduate

KBM blended tergantung kondisi Covid-19 setelah Lebaran

Menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Prof. Djagal Wiseso Marseno mengungkapkan, keputusan untuk melaksanakan KBM masih harus menunggu pertimbangan lainnya.

Pertimbangan yang dimaksudkan yaitu situasi dan kondisi Covid-19 nasional setelah Lebaran nanti, serta pertimbangan kepada kebijakan Provinsi DIY dan nasional.

"Prinsip utama adalah mengutamakan keselamatan mahasiswa, dosen dan tendik," tutur Djagal Wiseso Marseno, Selasa (20/4/2021).

Djagal mengatakan, jika setelah Lebaran nanti tidak terjadi puncak Covid-19 maka KBM Semester I Tahun Ajaran 2021/2022 nanti kemungkinan besar akan dilakukan secara blended. 

Baca juga: Deretan Takjil Ini Harus Dihindari Saat Berbuka ala Ahli Gizi RS UNS

Dengan skema pertama pembagian daring di awal semester dan diparuh keduanya secara luring. Atau dengan skema blended ke-2.

Dari awal semester ganjil nanti, KBM dilakukan dengan separuh mahasiswa secara luring dan separuh lainnya daring, dan dilakukan secara bergantian.

"Hal ini juga kami mempertimbangkan jenis keilmuan di prodi masing-masing," tutup Djagal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X