Revolusi Sunyi Dewi Sartika, Renungan Hari Perempuan Internasional

Kompas.com - 08/03/2021, 21:21 WIB
Raden Dewi Sartika kemdikbud.go.idRaden Dewi Sartika

Oleh: Suherman | Analis Data dan Informasi Sains LIPI

KOMPAS.com - Dewi tidak berpidato segarang Soekarno. Tidak menulis tentang pendidikan sedalam Ki Hajar Dewantara. Tidak pernah hidup di pembuangan setragis Tan Malaka.

Dia “hanya” seorang wanita sederhana yang memiliki cita-cita sederhana dan bekerja dengan cara yang sederhana.

Akan tetapi di balik kesederhanaan itu tergambar jelas semangat yang membara, kemauan yang membaja yang akhirnya menghasilkan karya yang luar biasa. Gelora cita-citanya tidak padam karena minim fasilitas dan kemelaratan yang menimpa diri dan keluarganya.

Dewi tidak pernah dipenjara akan tetapi bukan berarti tidak menderita. Dewi tidak mengalami hidup di jeruji besi, akan tetapi bukan berati tidak pernah mengalami sunyi dan nyeri. Dewi juga tidak pernah hidup di pembuangan akan tetapi bukan berarti berada dalam hidup yang selalu menyenangkan.

Tantangan lain yang menghadang adalah dia bagaikan mendayung di antara dua karang: adat yang membelengu kaumnya dan kekhawatiran tuduhan subversif oleh pemerintah Hindia Belanda.

Dengan berbekal ilmu yang dia peroleh dari sekolah rendah (Europeesche Lagere School) maka mulailah mendayung mengarungi samudera kehidupan untuk berjuang memandirikan dan mengutamakan kaum wanita.

Dewi Sartika dan Sasakolaan

Alat perjuangan yang dia pilih adalah melalui sasakolaan—permainan membaca, menulis, berhitung, dan keterampilan yang sekarang ini diistilahkan dengan literasi.

Sasakolaan, walaupun berupa permainan akan tetapi bukan berarti hanya main-main. Justru sasakolaan adalah metodologi pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak, sebuah proses pendidikan yang sama sekali bukan berarti sekolah bohongan.

Sasakolaan menjadi pembelajaran yang demokratis, egalitera dan partisipatif. Karena antara guru dan murid teman sepermainan dan nyaris seusia, maka tidak ada jarak psikologis dan sosiologis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X