Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/03/2021, 08:18 WIB
|

KOMPAS.com - Beberapa hari yang lalu, pemerintah telah mengonfirmasi ada mutasi baru virus corona yang terdeteksi di Inggris.

Tak hanya itu saja, belum lama ini juga muncul gelaja baru Covid-19 yakni gangren. Seperti apa itu gejala baru yakni gangren?

Gejala baru Covid-19 itu dialami seorang wanita berusia 86 di Italia. Beberapa jari tangan wanita tersebut menghitam.

Ini karena kematian jaringan pada anggota tubuh sehingga dokter harus mengambil tindakan amputasi pada tiga jari tangannya.

Baca juga: Anosmia pada Pasien Covid Apakah Permanen? Ini Penjelasan Dokter RSA UGM

Virus corona picu gangren

Terkait hal itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. RM. Agit Sena Adisetiadi, Sp.PD., memberikan penjelasan.

Infeksi virus SARS CoV-2 dapat memicu gangren. Kondisi tersebut bisa terjadi karena Covid-19 dapat menyebabkan gangguan pembekuan/pengentalan darah (koagulopati).

Tak hanya itu saja, kondisi itu juga dapat menyebabkan gangguan aliran pembekuan darah yang menimbulkan gangguan oksigen ke organ tubuh tertentu.

"Gangren terjadi karena kematian jaringan yang terjadi pada anggota tubuh atau kulit karena kehilangannya suplai darah atau akibat infeksi," ujarnya seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (6/3/2021).

Dijelaskan, gangguan aliran pembuluh darah ke organ tangan atau kaki secara cepat (akut limb iskemik/ALI) bisa terjadi pada 3-15 persen kasus pasien Covid-19 rawat inap.

Menurut dia, ada sejumlah faktor risiko terjadinya ALI seperti:

1. penyakit jantung

2. penyakit gangguan kekentalan darah

3. kanker

Sedangkan manifestasi gangren terlihat dari adanya perubahan warna kulit. Lalu, disertai dengan adanya rasa nyeri.

Namun, jika terjadi kondisi yang buruk gangren dapat menyebabkan amputasi pada tangan dan kaki.

Bahkan jika gangren disertasi infeksi berat dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) dan menyebabkan kematian.

Selain diakibatkan Covid-19, gangren bisa muncul akibat adanya gangguan pembekuan darah, diabetes, serta infeksi.

Baca juga: Dokter RSA UGM: Apa Itu Long Covid? Yuk Kenali Gejalanya

"Dengan begitu orang-orang dengan gangguan kesehatan atau penyakit tersebut berisiko terkena gangren," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+