Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta Gempa Taiwan, Terkuat dalam 25 Tahun Terakhir

Kompas.com - 03/04/2024, 19:45 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gempa bumi bermagnitudo 7,2 mengguncang Taiwan, pada Rabu (3/4/2024). Korban tewas mencapai sembilan orang dan 900 lainnya luka-luka.

Puluhan bangunan runtuh akibat guncangan gempa dan menyebabkan puluhan orang terjebak di reruntuhan.

Berikut fakta terkait gempa Taiwan yang dihimpun Tim Cek Fakta Kompas.com dari berbagai sumber.

Gempa terkuat dalam 25 tahun

Taiwan memiliki sejarah diguncang gempa parah bermagnitudo 7,6 pada 21 September 1999 yang menewaskan 2.400 orang.

Pada Rabu pukul 08.00 waktu setempat, Taiwan diguncang gempa bermagnitudo 7,2. Gempa itu menjadi yang terkuat dalam 25 tahun terakhir.

"Gempa ini dekat dengan daratan dan dangkal. Gempa ini terasa di seluruh Taiwan dan pulau-pulau lepas pantai... Ini adalah yang terkuat dalam 25 tahun terakhir," kata Wu Chien Fu, Direktur Pusat Seismologi Taipei, dikutip dari BBC.

Dilansir Reuters, pusat gempa itu berada di kedalaman 15,5 km dekat Kota Hualien di pesisir timur Taiwan.

Siaran televisi lokal menayangkan bangunan-bangunan bergoyang dan sebagian runtuh.

Otoritas pemadam kebakaran menyatakan 77 orang terperangkap di reruntuhan bangunan dan 60 di antaranya terjebak dalam terowongan di sebelah utara Hualien.

Gempa tersebut juga dirasakan di negara-negara tetangga Taiwan. Di Jepang, badan cuaca menempatkan kekuatan gempa pada 7,7 SR dan beberapa gelombang tsunami kecil mencapai sebagian prefektur selatan Okinawa.

Di Filipina, para pejabat seismologi memperingatkan penduduk pesisir di beberapa provinsi agar pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Sementara, media Pemerintah China mengatakan, gempa tersebut terasa di provinsi tenggara Fujian. Sementara, seorang saksi mata Reuters mengatakan gempa tersebut juga terasa di pusat komersial Shanghai.

Dilansir The Guardian, Pusat Sains dan Teknologi (CST) Taiwan mengatakan bahwa lebih dari 15 gempa susulan yang melebihi magnitudo 4,0 telah terjadi.

Gempa juga berdampak pada lini produksi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), pembuat cip untuk perusahaan teknologi terkemuka, seperti Apple dan Nvidia.

TSMC mengatakan telah mengevakuasi beberapa pabrik fabrikasi dan sistem keselamatan telah beroperasi secara normal.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenang Kontroversi Sex Pistols Saat Rilis Lagu 'God Save the Queen'...

Mengenang Kontroversi Sex Pistols Saat Rilis Lagu "God Save the Queen"...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Rumah Sakit Sri Ratu Medan Ditutup Sementara

[HOAKS] Rumah Sakit Sri Ratu Medan Ditutup Sementara

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Sebar Bibit Ikan Lele ke Saluran Air Cegah DBD ?

CEK FAKTA: Benarkah Sebar Bibit Ikan Lele ke Saluran Air Cegah DBD ?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Keanu Reeves Bawa Lari Kamera Paparazi Merupakan Adegan Film

[KLARIFIKASI] Foto Keanu Reeves Bawa Lari Kamera Paparazi Merupakan Adegan Film

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Gim Daring Meningkatkan Kasus Kriminal Anak?

CEK FAKTA: Benarkah Gim Daring Meningkatkan Kasus Kriminal Anak?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Ruben Onsu Meninggal Dunia pada 19 Mei 2024

[HOAKS] Ruben Onsu Meninggal Dunia pada 19 Mei 2024

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Putin ke Pemakaman Raisi | Denda Pengobatan Alternatif

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Putin ke Pemakaman Raisi | Denda Pengobatan Alternatif

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Foto Donald Trump Berseragam Tentara, Hasil Manipulasi AI

INFOGRAFIK: Foto Donald Trump Berseragam Tentara, Hasil Manipulasi AI

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Luhut Klaim Proyek Kereta Cepat Layak Dilanjutkan sampai Surabaya

CEK FAKTA: Luhut Klaim Proyek Kereta Cepat Layak Dilanjutkan sampai Surabaya

Hoaks atau Fakta
Memahami Bias Konfirmasi dalam Penyebaran Misinformasi...

Memahami Bias Konfirmasi dalam Penyebaran Misinformasi...

Hoaks atau Fakta
Tidak benar Satelit Cuaca Dimatikan Saat Kecelakaan Presiden Iran

Tidak benar Satelit Cuaca Dimatikan Saat Kecelakaan Presiden Iran

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Jakarta Masih Ibu Kota sampai Ada Keppres Pemindahan

[KLARIFIKASI] Jakarta Masih Ibu Kota sampai Ada Keppres Pemindahan

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Foto Helikopter Presiden Iran Terbakar di Udara, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Hoaks Foto Helikopter Presiden Iran Terbakar di Udara, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Putin dalam Pesawat Menuju Pemakaman Presiden Iran

[HOAKS] Video Putin dalam Pesawat Menuju Pemakaman Presiden Iran

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Foto Perlihatkan Puing Sirip Helikopter Presiden Iran yang Jatuh

INFOGRAFIK: Hoaks Foto Perlihatkan Puing Sirip Helikopter Presiden Iran yang Jatuh

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com