Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEK FAKTA: Menguji Pernyataan yang Sebut Palestina Wilayah Aman dan Nyaman

Kompas.com - 16/03/2024, 10:44 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

KOMPAS.com - Pendakwah muda asal Jawa Timur, Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, menyatakan bahwa situasi di Palestina aman dan nyaman.

Klaim tersebut disampaikan Iqdam dalam sebuah majelis di Desa Plosorejo, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang diselenggarakan pada 6 Maret 2024.

Iqdam menceritakan pengalamannya berkunjung ke Palestina sepekan sebelumnya. Menurut dia, situasi Palestina aman dan nyaman saat dia berada di sana.

"Sekarang kan isunya di media itu Palestina tidak aman. Aman. Saya pulang saja utuh tidak kurang suatu apa. Di sana aman, nyaman, beribadah juga bisa," kata Gus Iqdam, dikutip dari video YouTube JProduction, 7 Maret 2024.

"Saya bertamu ke Imam Baitul Maqdis juga ketemu. Bertamu ke para syekh di sana juga ketemu. Alhamdulillah aman. Tidak ada apa-apa," ujar dia.

Gus Iqdam juga menjelaskan soal penjagaan yang dilakukan aparat bersenjata Israel terhadap Baitul Maqdis atau kompleks Masjid Al Aqsa.

Menurut Gus Iqdam, aparat bersenjata Israel tidak hendak mengintimidasi umat Islam, tetapi memastikan bahwa yang akan memasuki Masjid Al Aqsa adalah benar-benar muslim.

"Artinya apa? Di sana itu aman-aman saja. Sehingga, sebagai umat Islam, pekerjaan rumah kita itu adalah bagaimana caranya meramaikan Baitul Maqdis," tutur dia.

Benarkah kondisi Palestina aman seperti disampaikan Gus Iqdam?

Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek akun Instagram Gus Iqdam @iqdammuhammad_ (terverifikasi) untuk mengetahui aktivitasnya selama berkunjung ke Palestina.

Salah satu foto diunggah pada 4 Maret 2024, menunjukkan Gus Iqdam dan istrinya berdiri di Mount of Olives, punggungan gunung yang merupakan salah satu lokasi wisata di Yerusalem Timur, dan bersebelahan dengan Kota Tua Yerusalem.

Tangkapan layar unggahan Instagram Gus Iqdam @iqdammuhammad_, 4 Maret 2024Screenshot Tangkapan layar unggahan Instagram Gus Iqdam @iqdammuhammad_, 4 Maret 2024

Merujuk pada tanggal foto tersebut diunggah dan pernyataan Gus Iqdam dalam sebuah majelis di Nganjuk pada 6 Maret 2024, maka kunjungan ke Palestina itu kemungkinan besar diadakan pada akhir Februari hingga awal Maret 2024.

Kemudian, Kompas.com memeriksa laporan situasi yang diterbitkan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) pada periode tersebut, untuk memverifikasi klaim "Palestina aman" yang disampaikan Gus Iqdam.

UNRWA merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas membantu pengungsi Palestina dan memantau situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza per 1 Maret, setidaknya 30.228 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu.

Sekitar 70 persen dari mereka yang terbunuh dilaporkan adalah perempuan dan anak-anak. Sebanyak 71.377 warga Palestina lainnya dilaporkan terluka.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[HOAKS] Presiden Iran Selamat dari Kecelakan Helikopter

[HOAKS] Presiden Iran Selamat dari Kecelakan Helikopter

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Oposisi Tak Lagi Dibutuhkan dalam Pemerintahan?

CEK FAKTA: Benarkah Oposisi Tak Lagi Dibutuhkan dalam Pemerintahan?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Isu Lama, Produk Bayi Mengandung Bahan Penyebab Kanker

[KLARIFIKASI] Isu Lama, Produk Bayi Mengandung Bahan Penyebab Kanker

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Suporter Indonesia Kumandangkan Takbir Jelang Laga Lawan Irak

[HOAKS] Suporter Indonesia Kumandangkan Takbir Jelang Laga Lawan Irak

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bansos Tunai Rp 175 Juta Mengatasnamakan Kemensos

[HOAKS] Bansos Tunai Rp 175 Juta Mengatasnamakan Kemensos

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

[KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Modus Baru Mencampur Gorengan dengan Narkoba

[HOAKS] Modus Baru Mencampur Gorengan dengan Narkoba

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Aturan Pelarangan TikTok di Berbagai Negara, Simak Alasannya

INFOGRAFIK: Aturan Pelarangan TikTok di Berbagai Negara, Simak Alasannya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Kenaikan Tarif Listrik, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Kenaikan Tarif Listrik, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
Toni Kroos dan Cerita Sepatu Istimewanya...

Toni Kroos dan Cerita Sepatu Istimewanya...

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Konteks Keliru Terkait Video Helikopter Medevac AS

[KLARIFIKASI] Konteks Keliru Terkait Video Helikopter Medevac AS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Penerapan Denda Rp 500 Juta pada Pengobatan Alternatif

[HOAKS] Penerapan Denda Rp 500 Juta pada Pengobatan Alternatif

Hoaks atau Fakta
Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com