[KLARIFIKASI] Harga Minyak Goreng Tembus Rp 718.000 per Liter

Kompas.com - 22/01/2022, 13:36 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Beredar informasi di Facebook yang menyebutkan bahwa harga minyak goreng menembus Rp 718.000 per liter.

Informasi tersebut dibagikan dalam bentuk tautan menuju sebuah artikel yang dipublikasian di sebuah situs.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan terkait informasi harga minyak goreng tembus Rp 718.000 per liter.

Narasi yang beredar

Informasi mengenai harga minyak goreng yang tembus Rp 718.000 per liter itu dibagikan di Facebook oleh akun ini.

Berikut narasi yang dibagikan:

"Harga minyak goreng disini gak masuk akal ya..."

Informasi itu diunggah di Facebook pada 19 Januari 2022 pukul 16.37 WIB.

Di unggahan tersebut, turut disertakan tautan menuju sebuah artikel yang berjudul "Pemerintah Edan! Harga Minyak Goreng Tembus Rp718 Ribu per Liter".

Beredar informasi yang menyebutkan harga minyak goreng tembus Rp 718.000 per liter. Namun, dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, harga tersebut bukan di Indonesia melainkan di Korea Utara.Screenshot Beredar informasi yang menyebutkan harga minyak goreng tembus Rp 718.000 per liter. Namun, dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, harga tersebut bukan di Indonesia melainkan di Korea Utara.

Penelusuran Kompas.com

Untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa isi artikel yang dibagikan melalui tautan tersebut.

Artikel berjudul "Pemerintah Edan! Harga Minyak Goreng Tembus Rp718 Ribu per Liter" dipublikasikan oleh situs lambeturah.id pada 19 Januari 2022 pukul 16.32 WIB.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INFOGRAFIK: Benarkah Monkeypox Disebabkan Vaksin dan Terkait Covid-19?

INFOGRAFIK: Benarkah Monkeypox Disebabkan Vaksin dan Terkait Covid-19?

Hoaks atau Fakta
Kumpulan Hoaks Mencatut Ma'ruf Amin, soal 3 Periode hingga Tas Istri

Kumpulan Hoaks Mencatut Ma'ruf Amin, soal 3 Periode hingga Tas Istri

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Turun Hujan Salju di Medan

[HOAKS] Turun Hujan Salju di Medan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Terapi Pijat Muka dan Telinga untuk Anak yang Lambat Bicara

[HOAKS] Terapi Pijat Muka dan Telinga untuk Anak yang Lambat Bicara

Hoaks atau Fakta
Beredar Surat Berharga Negara Palsu, Ini Peringatan BI

Beredar Surat Berharga Negara Palsu, Ini Peringatan BI

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Prestasi Indonesia di 5 SEA Games Terakhir

INFOGRAFIK: Prestasi Indonesia di 5 SEA Games Terakhir

Data dan Fakta
Kumpulan Hoaks tentang Wabah Cacar Monyet

Kumpulan Hoaks tentang Wabah Cacar Monyet

Hoaks atau Fakta
Waspadai Pesan Scam Mengatasnamakan Netflix

Waspadai Pesan Scam Mengatasnamakan Netflix

Data dan Fakta
[Kabar Data] Warriors Capai 6 Final NBA dalam 8 Tahun, Terpuruk Saat Klay Cedera

[Kabar Data] Warriors Capai 6 Final NBA dalam 8 Tahun, Terpuruk Saat Klay Cedera

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Tanaman Sri Rezeki Mengandung Racun Mematikan

[KLARIFIKASI] Tanaman Sri Rezeki Mengandung Racun Mematikan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Vlogger Meninggal karena Makan Tokek Beracun

[HOAKS] Vlogger Meninggal karena Makan Tokek Beracun

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Klarifikasi atas Grafik Kemampuan Orang Indonesia Membedakan Fakta dan Hoaks

INFOGRAFIK: Klarifikasi atas Grafik Kemampuan Orang Indonesia Membedakan Fakta dan Hoaks

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Label Terbaru Twitter untuk Misinformasi yang Berpotensi Membahayakan

INFOGRAFIK: Label Terbaru Twitter untuk Misinformasi yang Berpotensi Membahayakan

Hoaks atau Fakta
Monkeypox Bukan Disebabkan Vaksin atau Covid-19, Ini Kata Epidemiolog

Monkeypox Bukan Disebabkan Vaksin atau Covid-19, Ini Kata Epidemiolog

Hoaks atau Fakta
Menilik Prestasi Indonesia dalam 5 SEA Games Terakhir

Menilik Prestasi Indonesia dalam 5 SEA Games Terakhir

Data dan Fakta
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.