Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] 1 Juta Ton Beras Sintetis Beracun dari China

Kompas.com - 06/05/2024, 20:17 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim soal peredaran 1 juta ton beras sintetis beracun dari China di Indonesia.

Namun, setelah ditelusuri, video tersebut tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Narasi soal 1 juta ton beras sintetis beracun dari China dibagikan oleh akun Facebook ini.

Akun tersebut membagikan video soal ibu rumah tangga di Bukittinggi yang diduga keracunan beras sintetis. Video tersebut diberi keterangan demikian:

WASAPDA !
BERAS SINTESIS !
SUDAH ADA KORBAN YANG KERACUNAN MENGKONSUMSI BERAS INI !

WASPADA

BERAS BERACUN 1 JT TON DARI CHINA

Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim terdapat 1 juta ton beras sintetis beracun dari ChinaAkun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim terdapat 1 juta ton beras sintetis beracun dari China

Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video tersebut identik dengan konten di kanal YouTube Lintas iNews ini yang diunggah pada 2 Oktober 2023.

Video itu memberitakan seorang ibu rumah tangga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang menderita radang tenggorokan dan pusing diduga karena mengonsumsi beras sintetis. 

Dilansir Tribunnews, setelah ada kabar beras sintetis di Bukittinggi, selanjutnya sampel beras tersebut dibawa ke laboratorium untuk dicek.

Setelah pengecekan, hasilnya bukan beras sintesis. 

"Setelah dilakukan pengiriman ke laboratorium yang direkomendasikan badan pengawas nasional di Bogor, dan hasilnya negatif," ujar Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada 17 Oktober 2023.

Mahyeldi mengaku belum mendapat laporan terkait penyebab konsumen yang mengonsumsi beras tersebut dan mengalami pusing serta mual.

Sementara, seperti diberitakan Kompas.com pada 14 Oktober 2023, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, sudah meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti secara hukum soal video beras plastik beracun dari China. 

Menurut Budi, pengawasan ketat dilakukan setiap pengimporan beras. Ia mengatakan, tidak mungkin pemerintah mengedarkan beras sintetis.

Kesimpulan

Narasi soal 1 juta ton beras sintetis beracun dari China adalah hoaks.

Video yang beredar memuat pemberitaan soal ibu rumah tangga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Ia menderita radang tenggorokan dan pusing diduga akibat mengonsumsi beras sintetis. Namun, setelah sampel beras diperiksa di laboratorium hasilnya negatif, bukan beras sintesis.

Sementara, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, sudah meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti secara hukum soal video beras plastik beracun dari China.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Hoaks Kylian Mbappe Promosikan Situs Judi, Simak Bantahannya

[VIDEO] Hoaks Kylian Mbappe Promosikan Situs Judi, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Polemik AI, Membantu atau Menggantikan Pekerjaan Manusia?

INFOGRAFIK: Polemik AI, Membantu atau Menggantikan Pekerjaan Manusia?

Data dan Fakta
Kemenag Bantah Akad Nikah Hanya Bisa Digelar pada Hari dan Jam Kerja

Kemenag Bantah Akad Nikah Hanya Bisa Digelar pada Hari dan Jam Kerja

Hoaks atau Fakta
Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Sejarah dan Fakta
Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com