Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Pfizer Meminta Maaf karena Promosi Vaksin Covid-19 Ilegal

Kompas.com - 06/05/2024, 15:05 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Perusahaan farmasi Pfizer diklaim melayangkan permintaan maaf karena mempromosikan vaksin Covid-19 tanpa izin dan data keamanan.

Narasi yang diunggah di media sosial itu beredar luas melalui tangkapan layar artikel berbahaya Inggris.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Informasi mengenai Pfizer meminta maaf karena mempromosikan vaksin Covid-19 ilegal, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 18 April 2024:

Pfizer meminta Maaf karena promosi Vax C19 Tanpa izin Secara Ilegal tanpa Data Keamanan

Sementara, berikut terjemahan tangkapan layar artikel yang disebarkan:

Pfizer Mengatakan 'Maaf' karena Mempromosikan Vaksin COVID Tanpa Izin Secara Ilegal Tanpa Data Keamanan

Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 18 April 2024, mengenai Pfizer meminta maaf karena mempromosikan vaksin Covid-19 ilegal.akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 18 April 2024, mengenai Pfizer meminta maaf karena mempromosikan vaksin Covid-19 ilegal.

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri situs yang menjadi rujukan melalui mesin pencari.

Dengan memasukkan judul artikel pada kolom mesin pencari, muncul artikel dari The National Pulse yang diterbitkan pada 8 April 2024.

Media Bias Fact Check mengidentifikasi situs web The National Pulse memiliki bias ekstrem sayap kanan.

Artikel-artikel dari situs tersebut memuat propaganda, teori konspirasi, serta sengaja menyebarkan disinformasi tanpa sumber yang kredibel.

Situs web yang berdiri sejak 2016 tersebut memiliki pandangan konservatif yang antiimigrasi, menentang aborsi, dan menolak keberagaman orientasi seksual.

Faktanya, Pfizer dan BioNTech telah melakukan serangkaian uji klinis yang menunjukkan vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan 95,3 persen efektif.

Dilansir situs Pfizer, fata keamanan dari studi Fase 3 juga telah dikumpulkan dari lebih dari 12.000 peserta yang divaksinasi yang ditindaklanjuti enam bulan setelah dosis kedua, yang menunjukkan keamanan dan tingkat toleransi yang baik.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Sejarah dan Fakta
Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Kecelakaan di Yunani

INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Kecelakaan di Yunani

Hoaks atau Fakta
Riwayat Industri Minyak Bumi Indonesia, dari Era Belanda ke Pertamina

Riwayat Industri Minyak Bumi Indonesia, dari Era Belanda ke Pertamina

Sejarah dan Fakta
Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com