Golkar, PAN dan PPP Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, CISA: Mirip Nama Kabinet SBY

Kompas.com - 14/05/2022, 14:26 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kiri) usai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (12/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran dan pembahasan koalisi Bersatu (Beringin, Ka'bah, dan Matahari). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kiri) usai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (12/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran dan pembahasan koalisi Bersatu (Beringin, Ka'bah, dan Matahari). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Partai Golkar menyatakan berkoalisi dengan PAN dan PPP untuk Pemilu 2024. Koalisi yang dibangun juga akan merata ke seluruh daerah.

Lalu bagaimana peluang gabungan tiga partai yang menamakan diri koalisi Indonesia Bersatu ini?

Direktur Ekesekutif Center for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai bahwa peluang koalisi ini tergantung pada siapa figur yang yang akan diusung nanti, dan bagaimana elektabilitasnya.

"Pada dasarnya peluang itu saya kira tidak hanya soal parpol semata. Preferensi politik ke depannya juga tergantung siapa figur yang diusung, elektabilitas dan akseptabilitas punya profit politik atau tidak," kata Herry kepada Kompas.com via sambungan telepon, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Golkar, PAN dan PPP Koalisi, Pengamat: Tambah Kerumitan Anies Dapat Tiket di Pilpres 2024

Herry juga mengatakan bahwa ketiga partai ini, Golkar, PAN, dan PPP, sebelumnya pernah berkoalisi dan memiliki pengalaman serta jam terbang yang tinggi.

Ini artinya, kata dia, bahwa pengalaman tersebut menjadi preseden yang baik.

"Lagipula Golkar, PAN dan PPP ini dulu kan pernah berkoalisi, pengalaman dan jam terbang bersama sudah menjadi preseden baik bagi parpolnya masing-masing. Sejauh ini terlihat relasinya cukup baik," katanya.

"Apalagi nama koalisinya yang dipilih adalah Indonesia Bersatu. Mirip nama kabinetnya SBY. Korelasinya saya pikir mungkin arahnya bisa saja ke sana," lanjutnya.

Herry juga menilai, koalisi Golkar, PAN dan PPP ini juga merupakan bagian dari strategi untuk membersihkan nama ketiga partai tersebut setelah mereka mengusulkan Jokowi tiga periode yang kontroversial itu.

"Hal ini juga bisa dianggap sebagai respons atas dinamika isu 3 periode. Di satu sisi membersihkan nama ketiga parpol yang dulu mengusung narasi ini, sisi lainnya adalah mereka berusaha meraup simpatik publik kembali," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.