Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kompas.com - 21/05/2024, 08:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan video yang menyebut telur direbus terlalu lama hingga bagian kuning telur berubah keabu-abuan disebut tidak sehat, beredar di media sosial.

Video tersebut dibagikan melalui akun TikTok, @berkahdidapur pada Minggu (19/5/2024).

Dalam videonya, penggunggah mengatakan telur yang direbus terlalu lama menyebabkan bagian kuning telur berubah warna menjadi abu-abu. Telur seperti ini tidak sehat ketika dimakan.

"Kenapa ya banyak penjual makanan kalo ngerebus telur tuh sampe berubah warna gini, udah ngga sehat lagi. pdhl dimasak 10 menit aja udh mateng," tulisnya.

Hingga Senin (20/5/2024), video tersebut tayang sebanyak 591.700 kali dan disukai 3.639 warganet.

Lalu, benarkah telur yang direbus terlalu lama hingga bagian kuning telurnya berubah warna menjadi keabu-abuan tidak sehat dimakan?

Baca juga: Kenapa Telur Rebus Ada Bintik Hitam? Ini Jawaban Pakar Gizi


Penjelasan ahli gizi

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo membantah kuning telur rebus yang berubah warna menjadi keabuan pada bagian luarnya disebut tidak sehat saat dimakan.

Menurut Toto, kuning telur yang tampak keabu-abuan tersebut masih baik untuk dikonsumsi. 

Toto menjelaskan, telur yang direbus sampai matang dalam keadaan bagian putih telur masih berwarna putih dan kuning telurnya tetap berwarna kuning sehat untuk dikonsumsi.

Kandungan protein dalam telur rebus akan stabil dan mudah dicerna asalkan telur tidak berubah warna menjadi kecoklatan, rusak, dan gosong saat dimasak.

Sebutir telur umumnya perlu direbus selama sepuluh menit hingga matang dan dapat dikonsumsi. Lebih dari itu, telur menjadi terlalu matang.

"Kalau direbus atau dikukus terus-terusan akan rusak (zat gizinya)," kata Toto kepada Kompas.com, Senin (20/5/2024).

Toto menekankan zat gizi telur akan rusak ketika telur itu direbus dalam waktu lama sampai warna kuning dan putihnya berubah kecoklatan.

Namun, kuning telur yang masih berwarna kuning walaupun bagian luarnya berwarna keabu-abuan masih sehat untuk dimakan.

Baca juga: Telur Vs Daging Ayam, Mana yang Jadi Sumber Protein Terbaik?

Halaman:

Terkini Lainnya

Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Tren
PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

Tren
4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

Tren
Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Tren
Istilah 'Khodam' Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Istilah "Khodam" Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Tren
5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

Tren
28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Tren
Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Tren
'Wine' Tertua di Dunia yang Ditemukan di Spanyol Mengandung Abu Kremasi Manusia

"Wine" Tertua di Dunia yang Ditemukan di Spanyol Mengandung Abu Kremasi Manusia

Tren
5 Hewan yang Melakukan Kanibalisme Seksual dengan Memakan Pasangannya Sendiri

5 Hewan yang Melakukan Kanibalisme Seksual dengan Memakan Pasangannya Sendiri

Tren
Mengenal Pohon 'Penghasil' Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Mengenal Pohon "Penghasil" Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Tren
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Tren
Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Tren
NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com