Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Kompas.com - 21/05/2024, 08:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.comPresiden Iran Ebrahim Raisi meninggal setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh akibat cuaca buruk di pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan, Sabtu (19/5/2024).

Dalam kecelakaan ini, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan empat penumpang lain ditemukan meninggal pada Senin pagi di antara puing-puing helikopter yang jatuh dan hangus.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber akan mengambil alih jabatan presiden sementara.

Iran dikenal memiliki hubungan baik dengan negara tetangga seperti Lebanon, Irak, dan Rusia. Sebaliknya, hubungan negara ini dengan Israel kurang baik.

Lalu, apakah kematian Ebrahim Raisi akan menimbulkan dampak terhadap kondisi geopolitik Iran terhadap negara-negara tetangganya?

Baca juga: Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi, Meninggal Kecelakaan Helikopter


Dampak terhadap pemerintah Iran

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Andriko Sandira mengatakan kondisi Iran kemungkinan tidak terlalu bergolak meski Ebrahim Raisi meninggal.

Hal itu karena sitem pemerintahan Iran menempatkan Supreme Leader Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.

Kondisi itu membuat Iran masih dalam kondisi stabil walaupun ditinggal oleh presidennya. 

Andriko mengungkapkan, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei telah menyatakan kebijakan pemerintah Iran tidak akan terganggu dengan kecelakaan tersebut.

Dia menjelaskan, konstitusi Iran menempatkan Pemimpin Tertinggi sebagai kepala negara tertinggi yang bertugas mengontrol semua unsur pemerintahan, mulai eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sementara presiden Iran adalah kepala pemerintaha dari unsur eksekutif.

Meninggalnya Raisi, kemungkinan besar tidak akan ada banyak menimbulkan perubahan pada pemerintahan Iran.

Sebab negara itu masih dipimpin Ali Khamenei dan pemerintahan peninggalan Raisi tidak bertentangan dengan Pemimpin Tertinggi Iran saat ini.

Andriko menambahkan, situasi Iran dan negara Timur Tengah baru akan berubah setelah Ali Khamenei mengeluarkan pernyataan terkait pengangkatan presiden pengganti Raisi.

"Dan biasanya pemilihan presiden Iran akan dimenangkan oleh calon yang disetujui oleh supreme leader untuk maju ke pemilu," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com