Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Salim Said, Tokoh Pers dan Pengamat Militer yang Meninggal Dunia

Kompas.com - 19/05/2024, 07:35 WIB
Diva Lufiana Putri,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Salim Said, tokoh pers dan perfilman nasional, meninggal dunia pada Sabtu (18/5/2024) malam pukul 19.33 WIB.

Ia meninggal dunia di usia 80 tahun setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kabar meninggalnya Salim Said dikonfirmasi oleh sang istri, Herawaty, melalui pesan singkat kepada sejumlah wartawan di Jakarta.

Pesan tersebut turut menyebutkan, jenazah Prof Salim Said disemayamkan di rumah duka, Jalan Redaksi Nomor 149, Kompleks Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cipinang, Jakarta Timur.

Baca juga: Profil Joko Pinurbo, Penyair Karismatik yang Meninggal di Usia 61 Tahun


Menurut rencana, jenazah akan dikebumikan pada Minggu (19/5/2024) siang di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

Sepanjang hidupnya, Salim Said dikenal sebagai tokoh pers dan perfilman nasional, sekaligus pengamat militer.

Lantas, seperti apa sosoknya?

Baca juga: Profil Sadiq Khan, Anak Imigran Pakistan yang Sukses Jadi Wali Kota London Tiga Periode

Profil Salim Said

Dilansir dari Kompas.id, Sabtu, Salim Said lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 10 November 1943.

Dia pernah belajar di Akademi Teater Nasional Indonesia, ikut mendirikan Teater Kecil, serta banyak menulis esai dan kritik seputar teater dan film.

Kendati demikian, Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) ini mengawali karier dengan menjadi seorang wartawan.

Ia pernah menjadi redaktur sekaligus salah satu pendiri majalah Tempo.

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Jakarta, Salim Said merantau ke Solo, Jawa Tengah, pada usia 15 tahun, sebelum akhirnya menetap dan memulai karier di Jakarta.

Baca juga: Profil Mikael Jasin, Juara Indonesia World Barista Championship 2024

Pada 1960-an, tulisannya mulai menghiasi lembaran kebudayaan berbagai majalah, seperti Mimbar Indonesia, Horison, dan Budaja Djaya.

Sembari bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, Salim Said melanjutkan pendidikan tinggi dengan berkuliah di Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia (UI) hingga 1979.

Dia kemudian melanjutkan studi program doktor di Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat, di bidang ilmu politik.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com