Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Hasil Suara PDI-P sejak Pemilu 1999 hingga 2024

Kompas.com - 16/02/2024, 18:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 menunjukkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) unggul sementara dibanding partai lainnya.

Hasil tersebut didapatkan dari perhitungan quick count 6 lembaga survei dengan data yang masuk mulai dari 80 persen hingga 98 persen dari total 2.000-3.000 TPS sampel.

Berdasarkan hasil quick count dari Litbang Kompas hingga Jumat (16/2/2024) pukul 12.55 WIB, PDI-P memperoleh 16,25 persen.

Baca juga: Penjelasan PDI-P soal Kemungkinan Jadi Oposisi dan Berada di Luar Pemerintahan

Sejarah PDI

Dilansir dari Kompas.id, sejarah PDI-P tak bisa dilepaskan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang dideklarasikan pada 10 Januari 1973.

Saat itu, PDI lahir sebagai hasil fusi atau gabungan dari lima partai politik pasca Pemilu 1971 yang tergabung dalam kelompok Demokrasi Pembangunan, yakni:

  • Partai Nasional Indonesia (PNI)
  • Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)
  • Partai Murba
  • Partai Kristen Indonesia (Parkindo)
  • Partai Katolik.

Hal tersebut terkait dengan diterbitkannya kebijakan Pemerintah Orde Baru (Orba) yang berupaya dalam memperkecil jumlah partai politik (parpol) dengan alasan agar mudah dalam mengendalikan stabilitas politik.

PDI sendiri memiliki latar belakang yang berbeda dari parpol yang tergabung didalamnya, seperti Parkindo dan Partai Katolik yang menganut aliran keagamaan. DI sisi lain ada PNI, Murba, serta IPKI memiliki ideologi nasionalisme.

Meski begitu, sejak awal berdirinya PDI sudah memiliki konflik internal, yaitu rasa saling curiga dan tidak ketidakharmonisan antara unsur partai atau tokoh-tokoh di dalam PDI.

Kondisi ini muncul lantaran keinginan agar PNI mendominasi di dalam PDI. Konflik internal lainnya terus terjadi hingga melibatkan tokoh elite lama partai bahkan hingga awal era 1990-an.

Baca juga: Menteri dari PDI-P Diisukan Akan Mundur, Berikut Daftar Menteri Jokowi dan Asal Partainya

Munculnya PDI-P di Pemilu 1999

Selanjutnya, pada tahun 1999 saat hendak mengikuti pemilu, Pimpinan PDI saat itu, Megawati membentuk partai baru yang secara historis adalah kelanjutan tak terpisahkan dari PDI yang didirikan berdasarkan fusi lima parpol pada 10 Januari 1973.

PDI Megawati mengubah nama menjadi PDI Perjuangan (PDI-P) dengan lambang banteng bermata merah dan bermulut putih dalam lingkaran.

Partai yang berdiri pada 1 Februari 1999 ini berazaskan Pancasila, bercirikan Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Perubahan nama dan lambang dideklarasikan di Stadion Utama Senayan pada 14 Februari 1999 yang dihadiri sekitar 200 ribu warga PDI dan simpatisan.

Baca juga: Kata Istana dan PDI-P soal Jokowi Bagi Bansos Tanpa Didampingi Risma

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Tren
Kekuasaan Sejarah

Kekuasaan Sejarah

Tren
Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Tren
Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Tren
Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Tren
Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Tren
Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Tren
Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Tren
Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Tren
Batalkan Kenaikan UKT, Nadiem: Kalau Ada Kenaikan Harus Adil dan Wajar

Batalkan Kenaikan UKT, Nadiem: Kalau Ada Kenaikan Harus Adil dan Wajar

Tren
Buntut Pencatutan Nama di Karya Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Dicopot dari Dekan dan Dosen FEB Unas

Buntut Pencatutan Nama di Karya Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Dicopot dari Dekan dan Dosen FEB Unas

Tren
Alasan Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT Perguruan Tinggi Tahun Ini

Alasan Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT Perguruan Tinggi Tahun Ini

Tren
Cara Melihat Nomor Sidanira untuk Daftar PPDB Jakarta 2024

Cara Melihat Nomor Sidanira untuk Daftar PPDB Jakarta 2024

Tren
Kronologi Balita 2 Tahun di Sidoarjo Meninggal Usai Terlindas Fortuner Tetangga

Kronologi Balita 2 Tahun di Sidoarjo Meninggal Usai Terlindas Fortuner Tetangga

Tren
Sosok Kamehameha, Jurus Andalan Son Goku yang Ada di Kehidupan Nyata

Sosok Kamehameha, Jurus Andalan Son Goku yang Ada di Kehidupan Nyata

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com