Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Menghitung Berat Badan Ideal Menurut Ahli Gizi

Kompas.com - 22/05/2023, 07:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menghitung berat badan ideal bisa dilakukan melalui beberapa cara.

Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Jakarta Selatan, Inge Permadhi mengatakan, cara menghitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni:

  1. Menghitung tinggi badan dan berat badan.
  2. Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
  3. Menghitung komposisi tubuh.

Di antara ketiga cara menghitung berat badan ideal tersebut, seseorang bisa menggunakan salah satunya saja untuk mengetahui berat badan idealnya.

Berikut penjelasan cara menghitung berat badan ideal:

Baca juga: 9 Minuman Penurun Berat Badan, Apa Saja?

1. Cara hitung berat badan ideal dengan tinggi badan

Menurut Inge, berat badan ideal bisa diketahui dengan menghitung tinggi badan seseorang.

"Sebenarnya berat badan ideal itu kan dihitung dari tinggi badan ya," ujarnya kepada Kompas.com (4/1/2023).

Cara menghitung berat badan ideal dengan tinggi badan dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan usianya, yaitu:

Berat badan ideal usia kurang dari 40 tahun

Berat badan ideal usia lebih dari 40 tahun

  • Berat badan ideal = Tinggi badan - 100.

Baca juga: Kebiasaan Makan yang Bisa Mempercepat Penurunan Berat Badan Usia 50 Tahun ke Atas

2. Cara hitung berat badan ideal dengan IMT

Selanjutnya, cara menghitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Inge mengatakan, pengukuran berat badan ideal dengan IMT bisa digunakan bagi usia berapa saja.

Dilansir dari laman Kemenkes, berikut cara menghitung berat badan ideal dengan IMT:

  • IMT = Berat badan (kg) : (Tinggi Badan (m) x tinggi Tinggi Badan (m) )

Hasil IMT akan dicocokkan dengan batas ambang IMT untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah normal atau belum.

Berikut batas ambang IMT:

  • Sangat kurus : <17
  • Kurus : 17 - 18,4
  • Normal: 18,5 – 25,0
  • Gemuk: > 25 - 27
  • Obesitas: > 27.

Misalnya, Anda memiliki berat badan 50 kg dengan tinggi badan 150 cm. Maka berikut cara menghitung berat badan ideal menggunakan IMT:

  • Indeks Massa Tubuh (IMT): 50 kg : (1,5 m x 1,5 m) = 24,444

Hasil IMT menunjukkan bahwa berat badan 50 kg pada seseorang dengan tinggi 150 cm masih dalam kategori normal.

Baca juga: 9 Jenis Susu untuk Menurunkan Berat Badan, Apa Saja?

3. Cara hitung berat badan ideal lewat komposisi tubuh

Terakhir, cara menghitung berat badan ideal juga bisa dilakukan dengan mengukur komposisi tubuh menggunakan alat ukur body fat analyzer.

"Alat itu akan mengukur komposisi dari otot, berapa komposisi dari lemak, dan air," jelas Inge.

Cara menghitung berat badan ideal menggunakan body fat analyzer merupakan lanjutan dari pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT).

Metode pengukuran berat badan ini umumnya digunakan untuk mereka yang berprofesi sebagai binaragawan dan atlet.

Tujuannya bukan hanya sekadar mengetahui apakah berat badan Anda ideal atau normal, namun juga untuk mengukur komposisi tubuh.

Baca juga: 12 Buah yang Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Tren
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Tren
Cara Menambahkan Alamat Rumah di Google Maps, Bisa lewat HP

Cara Menambahkan Alamat Rumah di Google Maps, Bisa lewat HP

Tren
3 Idol Kpop yang Tersandung Skandal Burning Sun

3 Idol Kpop yang Tersandung Skandal Burning Sun

Tren
Spesifikasi Helikopter Bell 212 yang Jatuh Saat Membawa Presiden Iran

Spesifikasi Helikopter Bell 212 yang Jatuh Saat Membawa Presiden Iran

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com