Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dikdik Kodarusman
Dokter RSUD Majalengka

Dokter, peminat kajian autofagi. Saat ini bekerja di RSUD Majalengka, Jawa Barat

Rasa Aman adalah Pencegahan Penularan HIV/AIDS Sesungguhnya

Kompas.com - 01/09/2022, 11:12 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BEBERAPA waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. UU mengusulkan poligami sebagai cara untuk mencegah meningkatnya penularan HIV/AIDS.

Menurut Uu, dorongan seksual yang tidak terkendalilah yang mengakibatkan prilaku seks bebas. Pandangan beliau disetujui sejumlah pihak. Namun banyak juga yang mengecamnya. Belakangan Uu memimintaa maaf atas usulannya itu.

Baca juga: Panen Kritikan Wagub Jabar soal Solusi Poligami Atasi HIV/AIDS

Pandangan yang cenderung menyalahkan dorongan seksual yang tidak terkendali, apalagi dengan banyaknya tayangan yang mengundang birahi dalam berbagai media sehingga semakin mendorong kuat rangsang birahi, sering saya dapatkan saat bertugas di puskesmas.

Setiap tahun puskesmas,  saya memperoleh tugas untuk memberikan pembekalan pranikah. Sebagai kepala puskesmas, tugas itu menjadi kewajiban saya.

Dari kegiatan tersebut diperoleh informasi beragam, terutama tentang pernikahan dini. Di daerah, angka pernikahan dini masih banyak ditemukan.

Hal itu sangat memprihatinkan, apalagi dari sudut kesehatan reproduksi. Pernikahan dini merupakan faktor penyulit bagi kesehatan ibu hamil. Anatomi panggul yang belum sempurna jadi penyebab kesulitan melahirkan. Belum lagi bicara faktor psikologis yang cenderung belum siap.

Beragam alasan dikemukakan pelaku pernikahan dini. Yang terbanyak adalah masalah ekonomi dan moralitas. Banyak orangtua yang khawatir anaknya terjerumus pergaulan seks bebas. Akibatnya, hamil di luar nikah dan menjadi aib buat keluarga.

Alasan ini hampir sama dengan yang dikemukakan Wakil Gubernur Jawa Barat itu. Dorongan seksual yang tidak terkendali. Padahal menurut hemat saya, tidak ada jaminan setelah menikah praktik seks bebas hilang.

Baca juga: Benarkah Poligami Bisa Menekan Penyebaran Penyakit HIV/AIDS?

Begitupun dengan poligami, tidak ada jaminan pelaku poligami tidak akan melakukan seks di luar nikah. Dalam setiap pembekalan, saya berusaha agar para calon pengantin, memahami fungsi seks.

Pendidikan seks

Biasanya saya menolak judul kesehatan reproduksi, seperti arahan kemenkes. Saya lebih suka memberikan judul pendidikan seks, tema yang sebelumnya pernah digunakan.

Meskipun istilah seks seringkali dikonotasikan negatif. Saya pikir justru itu lebih mewakili apa yang ingin disampaikan, lebih dibutuhkan oleh para calon pengantin.

Saya mulai dengan penjelasan kata pendidikan dan seks. Dua kata tersebut memiliki fungsi yang sama, fungsi survival, bertahan hidup.

Ilustrasi poligami.SHUTTERSTOCK Ilustrasi poligami.
Pendidikan memberikan seseorang untuk bertahan mengarungi hidup. Seks memberikan manusia kemampuan untuk mempertahankan jenisnya. Sehingga sangat wajar jika dua kata ini disandingkan untuk pembekalan calon pengantin. Sama-sama alat bertahan hidup.

Mereka akan mengarungi hidup baru yang tidak selalu manis. Mereka harus memahami bahwa pernikahan bisa memberikan ketahanan menghadapi kehidupan. Bukan malah membawa masalah baru, yang mempersulit kehidupan mereka.

Kehidupan memang akan lebih mudah dilalui jika diarungi bersama oleh belahan jiwa. Namun jika pasangan hidup itu tidak sejalan, malah berbagai masalah yang muncul.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kronologi dan Dugaan Motif Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Pelaku Sempat Melakukan Upaya Bunuh Diri

Kronologi dan Dugaan Motif Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Pelaku Sempat Melakukan Upaya Bunuh Diri

Tren
7 Manfaat Ikan Teri, Menyehatkan Mata dan Membantu Diet

7 Manfaat Ikan Teri, Menyehatkan Mata dan Membantu Diet

Tren
Buah dan Sayur yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anjing Peliharaan, Apa Saja?

Buah dan Sayur yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anjing Peliharaan, Apa Saja?

Tren
Jadwal dan Live Streaming Pertandingan Semifinal Thomas dan Uber Cup 2024 Hari ini

Jadwal dan Live Streaming Pertandingan Semifinal Thomas dan Uber Cup 2024 Hari ini

Tren
Sederet Fakta Kasus Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Dilakukan di Jalan Desa

Sederet Fakta Kasus Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Dilakukan di Jalan Desa

Tren
Bagaimana Tubuh Bisa Menghasilkan Vitamin D saat Terpapar Sinar Matahari?

Bagaimana Tubuh Bisa Menghasilkan Vitamin D saat Terpapar Sinar Matahari?

Tren
Waspada Cuaca Panas Melanda Indonesia, Ini Tips Menghadapinya

Waspada Cuaca Panas Melanda Indonesia, Ini Tips Menghadapinya

Tren
7 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Pegal di Pundak dan Mudah Mengantuk

7 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Pegal di Pundak dan Mudah Mengantuk

Tren
BMKG: Beberapa Wilayah Indonesia yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 4-5 Mei 2024

BMKG: Beberapa Wilayah Indonesia yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 4-5 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kata Media Asing soal Kekalahan Indonesia dari Irak | Tragedi Runtuhnya Jalan Tol di China

[POPULER TREN] Kata Media Asing soal Kekalahan Indonesia dari Irak | Tragedi Runtuhnya Jalan Tol di China

Tren
Masalah Tiga Tubuh

Masalah Tiga Tubuh

Tren
Jadwal Lengkap Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Paris 2024

Jadwal Lengkap Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Paris 2024

Tren
Pendaftaran Sekolah Kedinasan STAN, IPDN, dan STIS Dibuka Mei 2024

Pendaftaran Sekolah Kedinasan STAN, IPDN, dan STIS Dibuka Mei 2024

Tren
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Caranya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Caranya

Tren
Ramai soal Sesar Sumatera Disebut Picu Tsunami pada 2024, BMKG: Hoaks

Ramai soal Sesar Sumatera Disebut Picu Tsunami pada 2024, BMKG: Hoaks

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com