Kompas.com - 18/11/2021, 15:30 WIB
Tentara merah muda menjaga tes CPNS Kemenkumham di kampus Untag Surabaya, Rabu (20/10/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTentara merah muda menjaga tes CPNS Kemenkumham di kampus Untag Surabaya, Rabu (20/10/2021).

KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menunda pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Melalui surat pengumuman bernomor SEK.2.KP.02.01-75 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kepala Biro Kepegawaian Sutrisno, Kemenkumham menjelaskan alasan penundaan itu.

"Dengan ini disampaikan terdapat 14 peserta yang dinyatakan diskualifikasi sehingga perlu dilakukan pembaruan lampiran pengumuman hasil SKD CPNS Kemenkumham dan menunggu ditandatangani oleh Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara," demikian alasan penundaan pengumuman hasil SKD Kemenkumham.

Baca juga: Kejaksaan Beri Kode pada 2022 adalah Era Rekrutmen PPPK, Bagaimana dengan CPNS?

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman mengatakan, pengumuman hasil SKD CPNS 2021 Kemenkumham sedianya dikeluarkan pada 13-14 November 2021.

Namun, dikarenakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencium indikasi tindakan kecurangan yang dilakukan oleh beberapa peserta seleksi, maka BKN melakukan penyelidikan.

"Hasilnya, berdasarkan pemeriksaan dan forensik terhadap komputer yang digunakan para peserta, BKN mendapatkan bukti ada 14 peserta seleksi CPNS Kemenkumham yang melakukan kecurangan," ujar Erif kepada Kompas.com, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Lolos SKD CPNS, Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Kepastian soal pengumuman hasil SKD CPNS Kemenkumham

Tangkapan layar surat pengumuman penundaan hasil pengumuman SKD CPNS Kemenkumham 2021.Istimewa Tangkapan layar surat pengumuman penundaan hasil pengumuman SKD CPNS Kemenkumham 2021.

Berdasarkan bukti tersebut, lanjut Erif, BKN kemudian menarik kembali dan merevisi pengumuman yang sedianya akan diumumkan.

"Ke 14 orang yang terbukti melakukan kecurangan akan didiskualifikasi. Pengumuman akan segera kami keluarkan setelah BKN melakukan revisi," ucap Erif.

Terkait peristiwa ini, pihaknya sangat mendukung tindakan dan kebijakan BKN.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.