Kompas.com - 23/10/2021, 17:00 WIB
Rambut rontok perlu menjadi perhatian ketika helai rambut rontok per hari sudah mencapai lebih dari 100 helai dan sudah sangat mengganggu keseharian. SHUTTERSTOCK Rambut rontok perlu menjadi perhatian ketika helai rambut rontok per hari sudah mencapai lebih dari 100 helai dan sudah sangat mengganggu keseharian.

KOMPAS.com - Rambut rontok setelah sembuh dari Covid-19 dialami sejumlah orang. 

Hal itu diungkapkan penyintas Covid-19 di antaranya di grup Facebook Survivor Covid-19 Indonesia

"Mau tanya Setelah negatif covid satu bulan kemudian rambut rontok. Apa ada yang seperti saya," tanya salah satu pengunggah pada 17 Oktober 2021. 

"Setelah negatif covid. 1 bulan kemudian rambut q rontok. Waktu itu sakit 3 Minggu dan berat badan turun 9 kg," kata dia. 

"Tanya ada tidak yg kayak saya .. Rambut rontok parah ..seperti di foto(maaf kalo jorok) itu sehari sisiran bisa rontok segitu banyak nya ... Apakah ini dampak karena habis kena covid ...?? Trima kasih ...," ujar survivor lainnya. 

Baca juga: Masalah Rambut Rontok: Penyebab, Sampo, dan Perawatannya

Penjelasan ahli

Kondisi rambut rontok setelah sembuh dari Covid-19 telah diamati sejumlah ahli sejak virus corona merebak tahun lalu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter kulit di Manhattan Dermatologi and Cosmetic Surgery Dendy Engelman mengatakan, pihaknya telah melihat gejala tersebut pada pasien yang sembuh di New York pada Maret 2020.

Dendy menyebut, setidaknya ada peningkatan 25 persen orang yang datang dengan keluhan rambut rontok kepadanya. 

"Ini belum didokumentasikan di situs medis utama sebagai gejala, tetapi pasien menunjukkan kepada saya hasil tes positif mereka," kata dia dikutip dari Healthline.

Penyebab

Dokter spesialis kulit dari Vivaldy Skin Clinic, dr Dedianto Hidajat menjelaskan, kerontokan rambut karena Covid-19 merupakan gejala tidak spesifik dan tidak terjadi pada semua pasien.

Salah satu penyebab kerontokan adalah karena pasien Covid-19 terdapat gejala demam yang tinggi dan adanya stres baik psikis maupun fisik selama menderita Covid-19 dan menjalani isolasi.

"Tanda-tanda kerontokan rambut dalam hal ini disebut sebagai effluvium telogen dalam bahasa medisnya, gejalanya adalah kerontokan rambut yang berlebihan, terutama ketika menyisir, mencuci atau tertinggal di bantal," katanya pada Kompas.com, Kamis (24/12/2020).

 

Telogen effluvium adalah kondisi yang terjadi ketika ada perubahan jumlah folikel rambut yang berfungsi menumbuhkan rambut.

Baca juga: 9 Tips Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan Alami

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.