Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Jangan Langgar Hak Asasi Perempuan

Kompas.com - 22/08/2021, 10:31 WIB
Malala Yousafzai (tengah) saat merayakan kelulusannya dari Universitas Oxford, Juni 2020. TWITTER @MalalaMalala Yousafzai (tengah) saat merayakan kelulusannya dari Universitas Oxford, Juni 2020.

SAYA bukan pendukung serta juga bukan pembenci kaum Taliban yang kini sedang memegang tampuk kekuasaan di Afghanistan.

Kemanusiaan

Namun sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan saya merasa iba dan prihatin akibat pemberitaan pers Barat tentang amanat penderitaan kaum perempuan yang ditindas oleh kaum Taliban.

Rasa iba dan prihatin saya terhadap penderitaan kaum perempuan akibat kebengisan kaum Taliban makin menjadi-jadi setelah membaca penderitaan Malala Yaufsazi yang kepalanya ditembak oknum Taliban akibat memperjuangkan hak pendidikan anak-anak perempuan Pakistan.

Memang bisa saja segenap pemberitaan itu merupakan rekayasa pers anti Taliban tentang apa yang terjadi di Afghanistan maka sebenarnya bukan urusan saya yang bukan warga Afghanistan.

Warisan kearifan Gus Dur

Namun masih terngiang di telinga saya warisan kearifan pesan wanti-wanti dari almarhum Gus Dur agar saya senantiasa berpihak ke kaum tertindas.

Maka melalui naskah sederhana ini saya memberanikan diri dengan penuh kerendahan hati saya memohon kaum Taliban berkenan menghargai dan menghormati hak-hak asasi kaum perempuan di Afghanistan.

Permohonan saya disertai keyakinan bahwa apabila pemerintah Afghanistan yang kini dipimpin oleh para tokoh Taliban sudah barang tentu ingin kepemerintahan mereka didukung oleh bukan hanya masyarakat Afghanistan namun bahkan masyarakat dunia termasuk Indonesia dengan para tokoh perempuan kelas dunia seperti Megawati Soekarniputri, Retno Marsudi, Sri Mulyani Indrawati, Tri Rismakarini, Khofifah Indraparawangsa, Siti Musdah Mulia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka langkah pertama yang wajib diwujudkan kaum Taliban di Afghanistan adalah sikap dan perilaku nyata menghargai dan menghargai hak-hak kaum perempuan atas pendidikan, ekonomi, politik, hukum dan segenap aspek kehidupan.

Apa pun alasannya, pelanggaran hak asasi kaum perempuan sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.