Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta? Berikut Gejalanya

Kompas.com - 15/06/2021, 18:00 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tiga varian virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 telah masuk dan menyebar di Indonesia.

Adapun ketiga varian tersebut adalah varian Alpha (B.1.1.7) yang pertama terdeteksi di Inggris, Beta (B.1.351) yang pertama terdeteksi di Afrika Selatan, dan Delta (B.1.617) yang pertama terdeteksi di India

Salah satunya varian Delta, yang memberi andil besar dalam terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan, saat ini sudah ditemukan tiga varian baru virus corona tersebut di DKI Jakarta.

"Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta, alfa, beta dan delta," kata Widyastuti, Senin (14/6/2021).

Tiga varian tersebut ditemukan di 19 kasus Covid-19 dan sudah dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Ini karakteristik dan gejala yang ditimbulkan dari ketiga varian virus corona tersebut.

Baca juga: Menyebar di Kudus, Ini Bahaya dari Virus Corona Varian Delta

1. Varian Alpha

Mengutip Kompas.com, 4 Maret 2021, varian Alpha lebih menular, sekitar 50 persen, dibanding strain aslinya.

Gejala yang terkait dengan varian Alpha tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, yaitu:

  1. Batuk dan sakit tenggorokan
  2. Demam
  3. Kelelahan dan nyeri otot
  4. Hilang rasa dan indra penciuman
  5. Sesak napas
  6. Sulit berpikir jernih
  7. Pusing, malaise, dan mual

2. Varian Beta

Mengutip Kompas.com, 3 Mei 2021, varian Beta memiliki pola mutasi berbeda, yang menyebabkan lebih banyak perubahan pada struktur protein spike milik virus corona.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Beta diduga memengaruhi penurunan efikasi vaksin Covid-19.

Selain itu, sama seperti varian Alpha, varian Beta juga memiliki kemampuan penularan lebih cepat.

Gejala yang ditimbulkan varian ini tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, tetapi mutasi varian ini tergolong cukup berbahaya.

Melansir BBC, 13 April 2021, mutasi pada varian Beta, yang disebut E484K, dapat meningkatkan peluang virus menghindari sistem kekebalan seseorang, dan dapat memengaruhi seberapa efektif vaksin virus corona bekerja.

Baca juga: Alpha, Delta, dan Petunjuk Jokowi yang Mengubah Prabowo

3. Varian Delta

Varian Delta memiliki sejumlah karakteristik mutasi, yang membuat varian tersebut berbeda dan lebih berbahaya dibanding strain asli.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com