Arab Saudi Umumkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Ini Perinciannya...

Kompas.com - 12/06/2021, 19:39 WIB
Umat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. AFP/STRUmat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa pendaftaran ibadah haji 2021 hanya dilakukan bagi penduduk Arab Saudi dan ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi dengan kuota sebanyak 60.000 jemaah.

Informasi tersebut seperti disampaikan dalam akun resmi kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi @HajMinistry, Sabtu (12/6/2021).

“Jumlah total peziarah tahun ini adalah 60.000 peziarah, untuk warga mukim dan warga negara di dalam kerajaan,” tulisnya.

Baca juga: Haji 2021 Batal Berangkat, Ini Prosedur Pengembalian Biaya Haji

Baca juga: 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi, Bukan untuk Haji

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan pandemi virus corona yang muncul di seluruh dunia serta munculnya varian virus baru.

Dikutip dari Arab News, pengumuman Arab Saudi mengenai pembatasan ibadah haji 2021 tersebut menekankan bahwa mereka yang akan berangkat haji harus bebas dari penyakit kronis apa pun.

Selain itu juga harus berusia antara 18 hingga 65 tahun dan telah divaksinasi virus sesuai langkah vaksinasi yang diterapkan kerajaan.

Baca juga: Melonjak, Berikut Update Daftar 17 Zona Merah Covid-19 di Indonesia

Jemaah harus sudah dilakukan imunisasi lengkap atau mereka yang yang telah mengambil satu dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelumnya atau mereka yang divaksin setelah sembuh dari infeksi virus.

"Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi selalu mementingkan keselamatan, kesehatan, dan keamanan jemaah, dan menempatkan ini di garis depan prioritasnya, sesuai dengan tujuan Syariah Islam,” tulis pernyataan Kementerian dikutip dari Skynews Arabia.

Arab Saudi juga menegaskan, pihaknya selalu memonitor perkembangan virus corona beserta variannya di seluruh dunia.

Selain itu, mereka juga selalu berkoordinasi dengan otoritas terkait di berbagai negara lain serta selalu memantau perkembangan yang disampaikan oleh WHO.

Ibadah haji sendiri akan dimulai bagi warga mukim dan penduduk Arab Saudi pada Juli mendatang.

Baca juga: Menanti Kepastian Pemberangkatan Jemaah Haji 2021...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cara Refund Dana Haji Reguler, Khusus, dan Pelimpahan Porsi


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X