Pembelajaran Tatap Muka Buka Juli, Pengamat: Pertimbangkan Keselamatan Anak

Kompas.com - 06/06/2021, 20:00 WIB
Seorang guru memberikan materi saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Cimahi Mandiri 2, Cimahi, Jawa Barat, Senin (24/5/2021). Pemerintah Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka di 27 PAUD/TK, 102 SD dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISeorang guru memberikan materi saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Cimahi Mandiri 2, Cimahi, Jawa Barat, Senin (24/5/2021). Pemerintah Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka di 27 PAUD/TK, 102 SD dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah memberi banyak dampak pada kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

Pembelajaran tatap muka di sekolah dan perguruan tinggi dihentikan dan diganti daring

Lebih dari satu tahun, para siswa menjalani metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena risiko penularan Covid-19 di sekolah.

Terbaru, Kemendikbud berencana membuka lagi pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang.

 

Rencana ini pun kemudian banyak mendatangkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Publik masih khawatir akan lonjakan kasus Covid-19 yang masih belum reda.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Ini Skema dan Panduan Lengkapnya

Aspek keselamatan harus dipertimbangkan

Pemerhati dan pengamat pendidikan Satria Dharma berpendapat, keamanan semua pihak harus menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan di tengah situasi pandemi.

Oleh karena itu, saran dan pertimbangan dari pihak berwenang berkaitan dengan aspek kesehatan, harus menjadi patokan utama

"Kita berhadapan dengan masalah keamanan jiwa dan keselamatan anak beserta seluruh stake holder pendididkan. Saya rasa sebaiknya hal ini didiskusikan dan diperhitungkan dengan matang bersama IDI dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)," kata Dharma saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/6/2021).

"Mereka yang harus lebih didengarkan dan dipatuhi sarannya ketimbang persoalan akademis atau pun psikologis anak," lanjut dia.

Baca juga: Soal Rencana Pembukaan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Ini Kata IDAI

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X