Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/05/2021, 12:20 WIB

KOMPAS.com - Aset uang kripto saat ini tengah digandrungi masyarakat. Sebab uang kripto bisa mengalami peningkatan dalam periode waktu tertentu, sehingga sebagian orang menjadikannya aset investasi.

Ada dua jenis uang kripto yang cukup populer di kalangan milenial, yakni Bitcoin dan Ethereum.

Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli produk atau membayar jasa.

Baca juga: Gerhana Bulan 26 Mei 2021, Ini Waktu Puncak Gerhana di Setiap Wilayah

Namun, tidak semua layanan pembayaran menerima transaksi menggunakan Bitcoin. Diketahui, PayPal merupakan salah satu layanan yang bisa melakukan pembayaran menggunakan Bitcoin.

Sementara, Etherum adalah mata uang kripto yang diciptakan oleh Vitalik Buterin pada 2013.

Orang-orang juga mengenal Ethereum sebagai jaringan block chain dengan mata uang digitalnya sendiri takni ether. Dengan jaringan itu, maka para pengembang dapat memproduksi sebuah aplikasi.

 

Bisakah aset kripto dijadikan investasi?

Menanggapi hal itu, perencana keuangan OneShildt, Lusiana Darmawan mengatakan sebaiknya masyarakat harus lebih dulu memahami definisi dasar perencanaan keuangan terkait investasi sebelum membeli aset kripto.

"Investasi itu dilakukan harus dilandasi dengan pengetahuan dan adanya tujuan keuangan yang hendak dicapai," ujar Lusiana saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Sebab jika tidak, maka seseorang yang asal ikut-ikut saja akan kaget dan belum siap jika mengalami anjloknya harga uang kripto.

Selanjutnya, dengan mengetahui tujuan yang hendak dicapai, maka ada target yang harus diselesaikan.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok, Waktu Tepat untuk Beli?

Lusiana menyontohkan, jika seseorang ingin mengumpulkan dana pendidikan anak untuk masuk perguruan tinggi dalam 8 tahun, maka perlu meyakinkan diri saat menginvestasikan uang kripto.

Apalagi mempertimbangkan volatilitas aset kripto yang nilainya bergerak sangat fluktuatif.

"Menurut saya pribadi, saat ini aset kripto kurang tepat untuk dijadikan aset investasi karena karakteristiknya," ujar Lusiana.

"Sah-sah saja membeli aset kripto jika Anda sudah mempelajarinya, siap dengan risiko volatilitas dan bukan untuk tujuan keuangan penting dalam kehidupan Anda," lanjut dia.

 

Uang kripto di Indonesia

Hal yang perlu dipertimbangkan lagi adalah aset kripto tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonedia.

"Aset kripto di Indonesia dikategorikan sebagai komoditas. Namun aset ini tidak ada bentuk fisiknya seperti komoditas lain, misalnya emas," ujar Lusiana.

Ia menambahkan, saat ini belum ada suatu teori analisis yang mumpuni mengenai cara melakukan analisis naik turun harga aset kripto.

Hal itu berbeda dengan saham yang mengenal adanya analisis fundamental dan teknikal. Seseorang bisa mengakses data riil seperti pertumbuhan ekonomi, perkembangan industri, laporan keuangan perusahaan untuk melakukan analisis fundamental sebelum memilih saham emiten yang dipilih. 

Baca juga: Tweet Elon Musk Kembali Buat Harga Bitcoin Melambung

Meskipun demikian di sisi lain, uang kripto yang menggunakan teknologi blockchain bisa bermanfaat bagi pemiliknya.

Dengan teknologi blockchain di balik transaksi aset kripto, pemilik mendapatkan kemudahan dan kecepatan penyelesaian transaksi, kapan saja dengan biaya relatif murah ketika ingin melakukan transfer aset kripto.

Hal ini dapat dilihat pada konteks ketika dibandingkan dengan proses transfer uang ke rekening di luar negeri via jaringan perbankan, di mana metode ini hanya bisa dilakukan saat jam operasional, butuh waktu hitungan hari dan biaya yang relatif tinggi.

Selain itu, ada faktor keamanan data pada teknologi blockchain.

Pertimbangan dan saran

Berikut ini saran Lusiana bagi seseorang yang ingin membeli aset kripto. 

1. Mengecek profil risiko, apakah sudah siap menerima risiko kehilangan sejumlah atau bahkan seluruh porsi dana investasi? Atau Anda lebih memilih imbal hasil yang diperoleh stabil, tidak fluktuatif dan modal aman?

2. Apabila memang mau mencoba untuk membeli aset kripto, pastikan sumber dana bukan dari dana darurat atau mengambil akumulasi investasi yang sudah berjalan untuk tujuan keuangan lain apalagi berutang. Cek jika kehilangan dana ini, apakah akan mengganggu kondisi keuangan?

3. Melakukan transaksi aset kripto hanya melalui Pedagang Aset Kripto yang memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). 

Baca juga: Kian Anjlok, Berikut Harga Bitcoin dkk Dalam Sepekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+