Kompas.com - 27/01/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp Nikkei AsiaIlustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp

KOMPAS.comAplikasi merger Facebook dan WhatsApp kembali menjadi pembicaraan pengguna sosial media di Twitter. Bahkan, tagar #UninstallWhatsApp sempat menjadi trending topic Indonesia pada Minggu (24/1/2021).

Beberapa cuitan di Twitter mempertanyakan tujuan WhatsApp memberlakuan kebijakan privasi baru.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Jumat (8/1/2021), WhatsApp memberikan notifikasi kepada para penggunanya terkait pembaruan Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi.

Dalam pembaruan kebijakan baru tersebut, WhatsApp akan berbagi data pengguna dengan Facebook. Terdapat pula perubahan terkait pemrosesan data pengguna dan komunikasi dengan pemilik akun bisnis.

Baca juga: Beda Arti Calling dan Ringing Saat Menelepon lewat WhatsApp

Pengumuman itu sontak memicu perdebatan di antara para pengguna. Sebagian besar pengguna dilaporkan mulai uninstall atau menghapus WhatsApp dan beralih ke aplikasi pesan instan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Situs Fossbytes, Jumat (8/1/2021) menuliskan, aksi tersebut dilakukan guna menyelamatkan privasi mereka, termasuk di antaranya data percakapan dan informasi personal.

Merangkum Make Tech Easier, Selasa (26/1/2021), berikut empat aplikasi pesan instan alternatif pengganti WhatsApp yang bisa Anda coba.

Element

Aplikasi yang sebelumnya bernama Riot.IM ini mendukung Voice over IP (teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh), panggilan video, dan end-to-end encryption.

Baca juga: 5 Aplikasi Pesan Selain WhatsApp, Apa Saja?

Berbeda dari WhatsApp yang menggunakan nomor telepon, Element memberikan kode (ID) unik kepada setiap penggunanya. Kode ini nantinya berguna untuk menjaga anonimitas pengguna Element.

Selain itu, Element juga menyediakan open source software. Dengan model ini, aplikasi ini terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan, dan disebarluaskan.

Hal itu bisa terjadi karena pengembangan perangkat lunak tersebut dilakukan oleh satu perkumpulan terbuka.

Wickr Me

Wickr Me merupakan aplikasi pesan instan yang sangat mengedepankan privasi penggunanya. Aplikasi ini bahkan sering digunakan para jurnalis investigasi, pemimpin dunia, dan tokoh-tokoh penting untuk menjaga kerahasiaan komunikasi mereka.

Baca juga: Sekda Ungkap Penyebab Kegaduhan ASN Pemkab Jember, Berawal dari Pesan WhatsApp

Sama dengan Element, Wickr Me tidak menggunakan nomor telepon untuk log in. Selain itu, aplikasi ini memiliki banyak emoji dan stiker lucu yang bisa digunakan pengguna.

Aplikasi asal Amerika Serikat yang berbasis di New York City ini gratis, tidak menampilkan ads (iklan), dan memiliki kualitas enkripsi data yang jempolan.

Telegram

Melansir VPN Mentor, Selasa (26/1/2021), Telegram memiliki 200 juta pengguna aktif. Aplikasi pesan instan yang dicetuskan kakak-beradik Pavel dan Nikolai Durov ini mungkin bisa dikatakan sebagai pesaing berat WhatsApp.

Sama seperti WhatsApp, Telegram memiliki sistem double-tick (tanda centang dua garis) yang memungkinkan pengirim pesan menerima informasi kapan pesan diterima dan dibaca.

Baca juga: Menkominfo Diminta Gunakan Diskresi dan Dialog Hadapi Aturan Baru WhatsApp

Keunggulan lain dari Telegram yang tidak kalah dari WhatsApp adalah adanya fitur rekaman suara dan pesan video, sistem log in berdasarkan nomor telepon, stiker, emoji, bot obrolan, grup obrolan, channels, dan lainnya.

Selain itu, Telegram memiliki sistem otomatis yang bisa menghapus pesan dalam kurun waktu tertentu. Aplikasi ini juga kompatibel digunakan di Windows, Mac, dan Linux.

Hal terpenting, Telegram memiliki end-to-end encryption yang menjaga privasi penggunanya.

Signal

Aplikasi pesan instan ini bisa digunakan di Android, iPhone, macOS, Windows, Linux, dan Chrome. Hampir mirip dengan Telegram, Signal memiliki fitur pesan suara dan panggilan video.

Baca juga: Aplikasi Ini Bisa untuk Chatting di WhatsApp hingga iMessage Sekaligus

Signal juga bisa digunakan di desktop atau komputer personal layaknya WhatsApp dan Telegram.

Menggunakan end-to-end encryption, Signal memastikan hanya pengirim dan penerima pesan yang bisa membaca pesan.

Sama halnya dengan Element, Signal menggunakan open source software. Dengan demikian, tingkat keamanan Signal bisa terus diperbarui.

Sayangnya, aplikasi buatan mantan Co-founder WhatsApp Brian Acton, ini tidak memiliki emoji atau stiker yang bisa digunakan oleh pengguna.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X