Kompas.com - 04/01/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca-Oxford yang dinamai AZD1222. SHUTTERSTOCK/rafapressIlustrasi vaksin AstraZeneca-Oxford yang dinamai AZD1222.

KOMPAS.com - Grafik kasus virus corona secara global masih terus mengalami peningkatan.

Hingga Senin (4/1/2021) pagi, berdasarkan data Worldometers, total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia telah mencapai 85.456.165 kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.850.122 orang meninggal dunia, dan 60.387.772 orang dinyatakan pulih.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus tertinggi sampai saat ini.

Berikut ini 10 negara dengan jumlah kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia:

  1. Amerika Serikat: 21.080.686 kasus, 360.028 orang meninggal dunia, dan 12.427.584 orang sembuh
  2. India: 10.341.291 kasus, 149.686 orang meninggal dunia, dan 9.946.131 orang sembuh
  3. Brasil: 7.733.619 kasus, 196.018 orang meninggal dunia, dan 6.769.420 orang sembuh
  4. Rusia: 3.236.787 kasus, 58.506 orang meninggal dunia, dan 2.618.882 orang sembuh
  5. Perancis: 2.655.728 kasus, 65.037 orang meninggal dunia, dan 195.174 orang sembuh
  6. Inggris: 2.654.779 kasus, dan 75.024 orang meninggal dunia
  7. Turki: 2.241.912, 21.488 orang meninggal dunia, dan 2.136.534 orang sembuh
  8. Italia: 2.155.446 kasus, 75.332 orang meninggal dunia, dan 1.503.900 orang sembuh
  9. Spanyol: 1.936.718 kasus, dan 50.837 orang meninggal dunia
  10. Jerman: 1.781.053 kasus, 35.105 orang meninggal dunia, dan 1.381.900 orang sembuh.

Baca juga: Bagaimana agar Penyebaran Virus Corona Lebih Terkendali Tahun Ini?

Berikut ini beberapa perkembangan terkait pandemi virus corona di sejumlah negara, dilansir dari The Guardian, Mingu (3/1/2021):

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Brazil

Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone.ANTARA FOTO/REUTERS/BRUNO KELLY Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone.
Otoritas kesehatan Brazil, Anvisa, telah menyetujui impor dua juta dosis vaksin virus corona buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca.

Meski demikian, penggunaan vaksin tersebut untuk imunisasi masih dalam proses perizinan.

Berdasarkan laporan Reuters, Sabtu (2/1/2021) malam, Anvisa menyetujui permintaan impor vaksin AstraZeneca-Oxford yang diajukan oleh pusat biomedis milik pemerintah, Fiocruz, pada 31 Desember 2020.

Anvisa menyebutkan, mengimpor vaksin sebelum perizinan keluar akan memungkinkan vaksinasi bisa segera dimulai begitu izin penggunaan vaksin diterbitkan.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.