Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingat, Batas Akhir Isi Survei Evaluasi Kartu Prakerja 15 Desember agar Dapat Insentif

Kompas.com - 02/12/2020, 15:15 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejak pertama kali dibuka pada 11 April 2020, program Kartu Prakerja telah diikuti oleh 5,9 juta peserta dari 11 gelombang pendaftaran.

Para peserta program Kartu Prakerja akan mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan persiapan kerja, dan juga insentif berupa uang.

Total, insentif yang akan diterima peserta yang mengikuti program Kartu Prakerja adalah Rp 3.550.000.

Dana tersebut terdiri dari:

  • biaya pelatihan,
  • insentif pasca pelatihan,
  • insentif survei evaluasi.

Baca juga: [POPULER TREN] Kabar Baru Seputar Kartu Prakerja | Cara Dapatkan Listrik Gratis Desember 2020

Menjelang berakhirnya tahun 2020, Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja mengingatkan bahwa batas akhir mengisi survei evaluasi untuk mendapatkan insentif survei adalah 15 Desember 2020.

"Setelah melewati batas akhir, semua penerima Kartu Prakerja tidak bisa lagi mengakses survei evaluasi," tulis pernyataan PMO Kartu Prakerja di akun Instagram prakerja.go.id, 30 November 2020.

Dana insentif survei juga tidak dapat dicairkan apabila survei evaluasi belum diselesaikan hingga melewati 15 Desember 2020.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kartu Prakerja (@prakerja.go.id)

Penutupan pelatihan Prakerja 2020

Selain penutupan akses survei evaluasi, seluruh pelatihan program Kartu Prakerja juga akan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Sehingga, para penerima Kartu Prakerja diharuskan menyelesaikan pelatihannya sebelum tanggal yang telah ditentukan.

"Semua penerima Kartu Prakerja untuk segera membeli dan menyelesaikan pelatihan sebelum tanggal 15 Desember," kata Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu dikutip dari Kompas.com, 23 November 2020.

Apabila peserta tidak membeli pelatihan  sebelum 15 Desember 2020 maka sisa saldo akan dikembalikan ke kas negara.

"Sayang dong dana pelatihan kalau tidak dipakai. Tujuan program Kartu Prakerja kan untuk meningkatkan kompetensi," ujar Louisa dikutip dari Kompas.com, Sabtu (28/11/2020).

Setelah 15 Desember 2020, para peserta tidak akan lagi bisa mengakses dana pelatihan maupun sisa saldo pelatihan dan tidak bisa melakukan pelatihan.

Baca juga: Sejumlah Kabar Baru Seputar Kartu Prakerja

Batas akhir beli pelatihan bagi peserta gelombang 11

Penerimaan peserta Kartu Prakerja gelombang 11 telah diumumkan pada 10 November 2020.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, peserta wajib membeli pelatihan pertamanya dalam jangka waktu 30 hari sejak diterima sebagai peserta Kartu Prakerja.

PMO Kartu Prakerja mengingatkan para peserta Kartu Prakerja gelombang 11, agar segera membeli pelatihan pertama sebelum tanggal 9 Desember 2020.

Jika tidak melakukan pembelian pelatihan pertama, maka kepesertaan Kartu Prakerja akan dicabut.

"Bagi Sobat Prakerja yang sudah lolos Gelombang 11, namun belum membeli pelatihan pertama, segera beli pelatihan pertamamu sekarang juga," jelas PMO Kartu Prakerja melalui akun Instagram prakerja.go.id, 30 November 2020.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 5 Penyebab Insentif Kartu Prakerja Tak Cair
 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Tren
Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Tren
Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Tren
Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Tren
Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Tren
Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Tren
Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Tren
WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com