Seruan Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan yang Meningkat Selama Pandemi...

Kompas.com - 01/12/2020, 18:27 WIB
Ilustrasi pandemic fatigue, pandemi virus corona, pandemi Covid-19 Shutterstock/KentohIlustrasi pandemic fatigue, pandemi virus corona, pandemi Covid-19

KOMPAS.com – Sejumlah aksi unjuk rasa seruan global untuk mengakhiri aksi kekerasan pada perempuan dilakukan di sejumlah wilayah Eropa pada Rabu pekan lalu, 25 November 2020.

Para aktivis di berbagai negara Eropa ini meminta para pemimpin dunia menghentikan pelecehan terhadap perempuan yang situasinya dinilai memburuk selama pandemi virus corona

Aksi protes ini dilakukan oleh sejumlah aktivis dari Perancis hingga Ukraina.

Protes dilakukan bertepatan pada Hari Penghapusan Kekerasan Perempuan Internasional.

Peringatan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian banyak orang mengenai kekerasan dalam rumah tangga.

Melansir AP News, dari data Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga data sejumlah negara baik Uni Eropa, Perancis dan Inggris, statistik menunjukkan bahwa pandemi meningkatkan kekerasan kepada perempuan.

“Kekerasan pria kepada wanita juga merupakan pandemi yang terjadi sebelum virus dan akan bertahan lebih lama darinya,” ujar Phumzile Mlambo-Ngcuka, direktur eksekutif badan Wanita PBB.

Ia mengatakan, tahun ini ada banyak laporan mengenai KDRT, cyber bullying, pernikahan anak, pelecehan seksual, dan kekerasan seksual.

Baca juga: PBB: Covid-19 Memperburuk Kekerasan terhadap Perempuan

Berikut ini sejumlah aksi yang menyuarakan penghentian kekerasan terhadap perempuan di sejumlah negara:

Italia

Di Roma, Italia, massa melakukan aksi di Kantor Perdana Menteri  dengan menggelar spanduk merah menuntut diakhirinya kekerasan terhadap perempuan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Produk Makeup Kedaluwarsa, Berikut Cara Cek Tanda-tandanya...

Bahaya Produk Makeup Kedaluwarsa, Berikut Cara Cek Tanda-tandanya...

Tren
Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Tren
FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

Tren
Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Tren
4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

Tren
Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Tren
[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

Tren
BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

Tren
Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Tren
Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral'

Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral"

Tren
Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Tren
Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Tren
Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Tren
Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Tren
komentar
Close Ads X