Kompas.com - 29/11/2020, 10:36 WIB
Erupsi Gunung Ili Lewotolok, NTT, Minggu (29/11/2020) PVMBGErupsi Gunung Ili Lewotolok, NTT, Minggu (29/11/2020)

KOMPAS.com - Gunung Ile Lewotolok yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus, Minggu (29/11/2020) pagi.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Twitter MAGMA Indonesia, @id_magma, erupsi terjadi pada pukul 09.45 WITA.

Ahli Vulkanologi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, membagikan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Badan Geologi, dan PVMBG.

Ia menyebutkan, letusan menghasilkan kolom abu yang setinggi kurang lebih 4.000 meter di atas puncak, atau kurang lebih 5.423 meter di atas permukaan laut.

Angin meniup kolom abu tersebut condong ke arah timur dan barat.

Sementara, untuk gempa vulkanik terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi kurang lebih 10 menit atau 600 detik.

Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berstatus Waspada atau Level II.

Baca juga: Mengenal Gunung Ile Lewotolok yang Pagi Ini Erupsi

Masyarakat dan pengunjung/pendaki/wisatawan dilarang berada di zona perkiraan bahaya yakni di radius 2 km dari puncak atau pusat aktivitas gunung.

Namun, Surono menyebutkan, kondisi di sekitar Gunung Ili Lewotolok relatif aman karena jauh dari permukiman penduduk.

"Tapi masyarakat jauh kok, jauh dari puncak gunung. Tidak seperti di Merapi, dekat dan padat," kata mantan staf ahli Menteri ESDM ini.

Menurut Surono, Gunung Lewotolok sering mengalami erupsi kecil dan sudah lama berstatus Waspada. 

Sebelum letusan pada hari ini, Gunung Lewotolok meletus pada Jumat (27/11/2020).

Seperti diberitakan Kompas.com, Jumat, Gunung Lewotolok meletus pukul 05.57 Wita, dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 500 meter di atas puncak.

Erupsi menyebabkan beberapa desa di sekitar lereng gunung diguyur hujan abu dan pasir.

Mengutip laman Kementerian ESDM, Gunung Ile Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Gunung Lewotolok memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut.

Status gunung berapi ini adalah waspada (level II) sejak 7 Oktober 2017.

Harian Kompas, 1 Februari 2014, menuliskan, nama Ile Lewotolok berasal dari bahasa daerah setempat (bahasa Lamaholot) yang berarti gunung api.

Gunung tersebut dipercaya pernah meletus dahsyat berkali-kali sejak tahun 1666 hingga 1920-an.

Letusan itu di antaranya pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1864, 1889, 1920. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.