Menurut Epidemiolog, Ini Indikator PSBB Ketat di DKI Jakarta Efektif atau Tidak

Kompas.com - 14/09/2020, 07:26 WIB
Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSeorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

KOMPAS.com - Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) ketat selama dua pekan, mulai hari ini, Senin (14/9/2020) hingga 25 September 2020.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, yang disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI, Minggu (13/9/2020).

Menurut Anies, alasan penerapan PSBB total kembali karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 selama 12 hari pertama bulan September.

Adapun penerapan PSBB pengetatan ini mengacu pada Pergub Nomor 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB. Pergub Nomor 88 tahun 2020 diterbitkan tanggal 13 September 2020.

Anies berharap PSBB pengetatan bisa mengendalikan penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Warga DKI Batasi Aktivitas Sosial-Ekonomi Selama PSBB

Dengan diterapkannya pengetatan PSBB di DKI Jakarta tersebut, adakah harapan untuk menekan laju kasus Covid-19?

Indikator efektif atau tidak

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, indikator keberhasilan PSBB dilihat dari berapa banyak warga tetap tinggal di rumah.

Miko mencontohkan, pada PSBB I di DKI Jakarta lalu, sebanyak 60 persen warga tetap berada di rumah.

"Sehingga, pada PSBB ini kita lihat dulu yang tetap di rumah berapa persen. Efektivitasnya itu tergantung seberapa besar kepatuhan masyarakat," kata Miko kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2020).

Ia menyebutkan, efektivitas PSBB akan rendah jika kepatuhan untuk tetap di rumah juga rendah. Sebaliknya, akan tinggi bila kepatuhan tinggal di rumah juga tinggi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku UMKM Bisa Ajukan Pinjaman Digital BRI hingga Rp 50 Juta, Ini Caranya

Pelaku UMKM Bisa Ajukan Pinjaman Digital BRI hingga Rp 50 Juta, Ini Caranya

Tren
Seperti Ini Alur Vaksinasi Covid-19 hingga Dapat Sertifikat Vaksin...

Seperti Ini Alur Vaksinasi Covid-19 hingga Dapat Sertifikat Vaksin...

Tren
Pemangkasan Cuti Bersama 2021, Efektifkah Tekan Angka Penyebaran Covid-19?

Pemangkasan Cuti Bersama 2021, Efektifkah Tekan Angka Penyebaran Covid-19?

Tren
Cara Ganti dan Hal yang Harus Dilakukan Saat Lupa Password Prakerja

Cara Ganti dan Hal yang Harus Dilakukan Saat Lupa Password Prakerja

Tren
Bagaimana Proses Seleksi Prakerja dan Apa yang Membuat Peserta Gagal Mendaftar?

Bagaimana Proses Seleksi Prakerja dan Apa yang Membuat Peserta Gagal Mendaftar?

Tren
Apa Saja Syarat Lansia yang Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Apa Saja Syarat Lansia yang Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Tren
4 Hal yang Perlu Diketahui tentang VTube

4 Hal yang Perlu Diketahui tentang VTube

Tren
[HOAKS] Link Daftar Prakerja Gelombang 12 Melalui https://daftarprakerja.net

[HOAKS] Link Daftar Prakerja Gelombang 12 Melalui https://daftarprakerja.net

Tren
Update Corona Global 25 Februari 2021: 113 Juta Kasus, 2,5 Juta Orang Meninggal | Vaksin Johson & Johnson Diklaim Efektif untuk Covid-19

Update Corona Global 25 Februari 2021: 113 Juta Kasus, 2,5 Juta Orang Meninggal | Vaksin Johson & Johnson Diklaim Efektif untuk Covid-19

Tren
Satgas Covid-19 Tidak Sarankan Penggunaan Strap untuk Masker, Apa Solusinya?

Satgas Covid-19 Tidak Sarankan Penggunaan Strap untuk Masker, Apa Solusinya?

Tren
Anak-anak Jangan Main Air Saat Banjir, Ini 6 Penyakit yang Bisa Muncul

Anak-anak Jangan Main Air Saat Banjir, Ini 6 Penyakit yang Bisa Muncul

Tren
Tutup Usia, Berikut Sekilas tentang Sosok Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina

Tutup Usia, Berikut Sekilas tentang Sosok Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina

Tren
Izin VTube Diklaim Sudah 99 Persen, Ini Kata Satgas Waspada Investasi

Izin VTube Diklaim Sudah 99 Persen, Ini Kata Satgas Waspada Investasi

Tren
Berita Duka, Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Berita Duka, Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Tren
Clubhouse Bakal Segera Hadir di Android, Ini Tanda-tandanya

Clubhouse Bakal Segera Hadir di Android, Ini Tanda-tandanya

Tren
komentar
Close Ads X