Memahami Perilaku Sapi, Kenapa Tiba-tiba Mengamuk? Ini Penjelasan Dokter Hewan

Kompas.com - 02/08/2020, 16:00 WIB
Pekerja menarik sapi untuk disembelih di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Tahun ini masjid Agung Sunda Kelapa menerima 10 ekor sapi dan 52 ekor kambing untuk dikurbankan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja menarik sapi untuk disembelih di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Tahun ini masjid Agung Sunda Kelapa menerima 10 ekor sapi dan 52 ekor kambing untuk dikurbankan.

KOMPAS.com - Salah satu momen pada perayaan Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Di berbagai daerah, ada sejumlah tantangan ketika penyembelihan hewan kurban.

Ada yang mengamuk, merusak benda di sekitarnya, hingga melukai orang-orang.

Misalnya yang terjadi di Salatiga. Seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (1/8/2020), seekor sapi llepas dari SMA Muhammadiyah Soka.

Karena warga tidak bisa menghentikan sapi yang mengamuk itu, mereka minta bantuan kepada Polsek Sidorejo. Sapi akhirnya ditembak hingga kondisinya sekarat.

Sapi mengamuk juga menyebabkan selebgram Kekeyi terluka di kakinya dan dibawa ke rumah sakit.

Ada juga sapi yang berpura-pura mati ketika hendak disembelih. Bahkan ada yang mengeluarkan air mata seperti orang menangis.

Baca juga: Lepas dan Mengamuk, Seekor Sapi Kurban di Salatiga Ditembak Polisi

Mengapa sapi bisa berperilaku demikian?

Penjelasan dokter hewan

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB drh Supratikno menjelaskan, hewan kurban yang memberontak karena mengalami stress.

"Perilaku sapi atau hewan kurban itu dipengaruhi oleh breed atau bangsa hewan, sistem pemeliharaan, serta interaksi hewan dengan manusia," kata Supratikno kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2020).

Menurut dia, sapi Bos taurus atau keturunan sapi Eropa seperti Limosin, Simental, Holstein, dan lain-lain umumnya lebih tenang atau kalem.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X